Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyoroti ancaman serius dari setidaknya 200 pohon perindang di sepanjang jalur ring road yang melintasi wilayah Bantul. Pohon-pohon ini diidentifikasi dalam kondisi paling rawan tumbang dan mendesak untuk segera ditebang guna mencegah potensi kecelakaan di jalan nasional tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi menyeluruh menunjukkan total sekitar 600 pohon di sepanjang ring road Janti hingga ring road Gamping memerlukan penanganan. “Yang sangat prioritas ditebang ada kurang lebih 200 pohon,” ujar Mujahid di Bantul, Minggu (8/2).
Mayoritas Pohon Munggur Rentan Ambruk
Mujahid menjelaskan, mayoritas pohon yang masuk daftar prioritas untuk ditebang adalah jenis munggur. Pohon munggur dikenal memiliki karakteristik akar dan cabang yang mudah rapuh, dengan akar tunjang yang getas.
Kondisi ini membuat risiko ambruk jauh lebih tinggi saat diterpa angin kencang. “Begitu kena angin kencang mudah ambruk,” tambahnya.
Musim Hujan Awal 2026 Picu Kerawanan
BPBD menilai bahwa kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di awal musim hujan 2026 semakin memperbesar potensi kejadian pohon tumbang. Faktor usia pohon, pelapukan batang, hingga kerimbunan dahan menjadi indikator utama yang digunakan Balai Jalan dalam pemetaan pohon rawan.
“Pohon rapuh itu bisa karena faktor usia, jenis akar, hingga pelapukan batang,” jelas Mujahid.
Langkah Mitigasi dan Penebangan Bertahap
Penanganan terhadap pohon-pohon berisiko tinggi ini akan dilakukan secara bertahap. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) telah menginformasikan rencana eksekusi penebangan terhadap 15 pohon pertama dalam waktu dekat. “Balai Jalan menginformasikan dalam waktu dekat ada 15 pohon yang akan dieksekusi,” kata Mujahid.
Selain di jalur nasional, BPBD juga mendorong upaya mitigasi serupa di jalan provinsi melalui pemangkasan atau rabas-rabas pohon yang membahayakan. Untuk jalur kabupaten, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul telah melakukan penebangan dua pohon lapuk di kawasan Jalan Bantul Niten. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana non-alam, khususnya pohon tumbang, yang sering terjadi di kawasan lalu lintas padat.
