Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kualitas layanan kesehatan di salah satu fasilitas medis terbesar di Pulau Madura tersebut.
Dalam tinjauannya, Gubernur Khofifah menyoroti lompatan besar yang berhasil dicapai manajemen RSUD Syamrabu, baik dari sisi inovasi teknologi medis maupun kemandirian tata kelola keuangan. Salah satu pencapaian yang mendapat pujian adalah kemampuan rumah sakit dalam mengelola anggaran hingga mencapai status surplus dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kemandirian Finansial dan Efisiensi Anggaran
“Kabar bahwa di RSUD Syamrabu ini surplus lewat BPJS tentu jadi angin segar. Apalagi di tengah isu penyesuaian anggaran secara nasional, maka kemampuan Pemda dan seluruh jajaran di dalamnya untuk lebih kreatif dalam mengelola anggaran tentu diperlukan,” ungkap Khofifah.
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata efisiensi manajemen operasional yang sangat baik di tengah tantangan pembiayaan kesehatan nasional. Khofifah menegaskan bahwa hal ini menunjukkan kapasitas rumah sakit daerah dalam memberikan layanan optimal sekaligus menjaga kesehatan finansial lembaga.
Inovasi Farmasi Robotik CONSIS
Selain kemandirian finansial, Gubernur Khofifah juga memberikan perhatian khusus pada implementasi teknologi Farmasi Robotik yang menggunakan perangkat canggih bernama CONSIS. Sistem otomatisasi penyimpanan dan pendistribusian obat yang terintegrasi ini diterapkan di RSUD Syamrabu Bangkalan.
“Digitalisasi terjadi di semua lini semua aspek. Tadi kita lihat bersama bagaimana kecepatan pengambilan obat setelah mendapatkan resep sampai diterimakan ke pasien. Sangat bagus dan sangat advance,” puji Khofifah.
Melalui penggunaan teknologi CONSIS, Gubernur Khofifah optimistis bahwa inovasi ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga dapat mengurangi risiko human error dalam peracikan serta pembagian obat kepada pasien.
“Karena memangkas waktu peracikan dan pengambilan, maka dapat memangkas waktu antrian bagi pasien. Semua dilakukan dalam hitungan detik,” tukasnya.
Harapan untuk RSUD Lain di Jawa Timur
Khofifah berharap inovasi yang dilakukan RSUD Syamrabu ini dapat menjadi pemantik bagi rumah sakit umum daerah lain di seluruh Jawa Timur. Ia mendorong agar RSUD lain tidak ragu berinvestasi pada teknologi medis terbaru demi peningkatan kualitas layanan.
Kepada manajemen dan seluruh pegawai RSUD Syamrabu, Gubernur Khofifah berpesan untuk terus meningkatkan kinerja dan selaras dengan kemajuan teknologi. Ia menekankan bahwa pembaruan fasilitas dan teknologi harus diiringi dengan orientasi layanan yang semakin maju.
“Apa yang dilakukan RSUD Syamrabu hari ini adalah bukti bahwa dengan kemauan yang kuat, rumah sakit daerah bisa memiliki standar layanan internasional,” pungkas Khofifah.
