Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi memulai seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2026 tingkat provinsi. Kegiatan penting ini dibuka oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Sultra, Pahri Yamsul, di salah satu hotel di Kota Kendari pada Minggu, 18 Mei 2026.
Seleksi yang dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK sederajat terbaik dari 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Mereka akan bersaing memperebutkan posisi sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi serta perwakilan Sultra di tingkat nasional.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Pahri Yamsul, ditegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada momen kenegaraan. “Menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi juga integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat cinta tanah air,” ujar Pahri.
Ia menambahkan, seleksi Paskibraka bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pembinaan generasi muda yang berkarakter Pancasila, berwawasan kebangsaan, dan memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, peserta yang nantinya terpilih tidak hanya harus unggul secara fisik dan penampilan, tetapi juga memiliki mental kuat, disiplin, berintegritas, dan semangat pantang menyerah.
“Yang dipilih nantinya adalah putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian baik, wawasan kebangsaan, dan semangat juang yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Andrian Nur Salam, menegaskan bahwa Paskibraka disiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. “Paskibraka dididik memiliki integritas, jiwa korsa, loyalitas kepada sesama dan negara, serta nasionalisme yang berkarakter Pancasila. Jadi Paskibraka bukan hanya tentang 17 Agustus, tetapi nilai-nilai Merah Putih harus tetap hidup dalam diri mereka,” ujarnya.
Andrian menambahkan, proses seleksi menjadi tahap awal bagi pemuda Sultra untuk membuktikan kesiapan mengambil peran dalam pembangunan bangsa di masa depan. Ia meminta para peserta mengeluarkan seluruh potensi terbaik, baik dari aspek fisik, mental, maupun wawasan kebangsaan. Selain kemampuan baris-berbaris, integritas dan etika menjadi bagian utama dalam penilaian.
“Kalian adalah putra-putri terbaik dari daerah masing-masing yang telah melewati proses seleksi ketat. Predikat calon Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tantangan untuk membuktikan kualitas diri,” katanya.
Ia menyebut peserta yang berhasil mencapai tahapan seleksi tingkat provinsi sejatinya sudah menjadi pemenang karena mampu bersaing dari sekian banyak pendaftar di daerah masing-masing. “Hasil tidak akan pernah menghianati proses. Tunjukkan sportivitas dan jadikan momentum ini sebagai tempat menempa diri serta mempererat persahabatan antarwilayah di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andrian menjelaskan bahwa esensi Paskibraka jauh lebih dalam daripada sekadar mengenakan seragam putih atau kemampuan baris-berbaris. Secara filosofis, Paskibraka merupakan simbol perekat persatuan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Latihan fisik yang berat dan aturan yang ketat merupakan bagian dari proses pembentukan ketahanan mental, disiplin total, serta karakter kepemimpinan yang kuat. Program Paskibraka sendiri telah bertransformasi menjadi program kaderisasi calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022.
Dalam pelaksanaannya, seleksi Paskibraka tahun 2026 mengacu pada Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 yang telah diperbarui dengan Nomor 5 Tahun 2023, serta Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025.
Andrian menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel melalui sistem digital terpusat, mulai dari tes administrasi, kesehatan, parade, kesamaptaan, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Intelegensi Umum (TIU), hingga kepemimpinan. “Tidak ada ruang untuk praktik yang menyimpang dari aturan. Yang terpilih harus benar-benar terbaik dari sisi kualitas, integritas, dan wawasan kebangsaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sultra berharap seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar, aman, dan tertib serta mampu melahirkan putra-putri terbaik daerah yang siap membawa nama baik Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
