Tim sepak bola STKIP Yapis Dompu berhasil menciptakan kejutan besar di ajang Wali Kota Bima Cup 2026. Mereka sukses menyingkirkan juara bertahan DRC Dena melalui drama adu penalti dengan skor 3-1, setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal pada Kamis sore (7/5/2026) di Lapangan Mako Brimob.

Drama Sengit Sejak Menit Awal

Sejak peluit babak pertama ditiup, kedua tim langsung menunjukkan permainan agresif dan saling melancarkan tekanan. STKIP Yapis Dompu tidak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-5, winger kanan Adi Jaya (nomor punggung 24) berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas.

DRC Dena tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui Ryansyah (nomor punggung 9). Namun, menjelang turun minum, STKIP Yapis kembali unggul 2-1 berkat gol dari gelandang Hendriyanto (nomor punggung 6).

Penalti Kontroversial di Penghujung Laga

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Kedua tim terus berupaya mencetak gol tambahan. STKIP Yapis sempat berada di atas angin dan berpeluang mengunci kemenangan, namun petaka datang di penghujung laga.

Wasit menunjuk titik putih untuk DRC Dena setelah penjaga gawang STKIP Yapis dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain DRC saat duel perebutan bola di udara. Indra Feri yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, menyamakan skor menjadi 2-2. Skor imbang ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Ketenangan STKIP Yapis di Adu Penalti

Dalam drama adu penalti, STKIP Yapis Dompu tampil lebih tenang dan berhasil memastikan kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Pelatih STKIP Yapis, Andi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan penting ini. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari persiapan matang dan kekompakan tim. “DRC Dena bukan lawan yang mudah. Mereka dihuni pemain-pemain bintang Bima-Dompu, bahkan ada dua pemain Liga 2 dan satu pemain PS Mataram. Kami belajar dari kekalahan tahun lalu di lapangan yang sama, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar Andi.

Andi juga membeberkan perubahan strategi yang dilakukan timnya. “Kami sempat menggunakan formasi 3-4-3 di awal laga, namun kemudian diubah menjadi 4-3-3 pada pertengahan babak pertama karena dinilai kurang efektif,” tambahnya.

Dengan kemenangan dramatis ini, STKIP Yapis Dompu berhak melaju ke babak berikutnya dan akan menantang pemenang antara Kaila dan Sape Sari.