Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, menanggapi serius keluhan petani di Kecamatan Ngadiluwih terkait sulitnya mendapatkan alat panen saat musim raya. Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya menyiapkan bantuan combine harvester untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Komitmen ini disampaikan Mas Dhito saat menyerahkan bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, pada Kamis (7/5/2026).

Petani Ngadiluwih Kesulitan Akses Alat Panen

Dalam sesi dialog, Muhammad Rafiq dari Kelompok Tani Pande Tani mengungkapkan bahwa petani di Ngadiluwih seringkali kesulitan memperoleh combine harvester ketika musim panen tiba. Kondisi ini memaksa petani untuk antre dengan wilayah lain, yang berujung pada keterlambatan proses panen.

“Kalau kita nunggu dari brigade tani, saya yakin hasilnya panen merosot semua pak. Karena telat panen,” ungkap Rafiq, menjelaskan dampak negatif dari keterlambatan tersebut terhadap kualitas hasil pertanian.

Petani berharap adanya penambahan alat panen agar proses dapat berjalan lebih cepat dan maksimal, sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.

Mas Dhito Pastikan Bantuan dan Dukungan Pertanian

Menanggapi aspirasi tersebut, Mas Dhito memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengupayakan pengadaan combine harvester untuk Ngadiluwih pada tahun 2027. Selain itu, bantuan alat tanam juga dijadwalkan akan segera dikirim dalam waktu dekat.

“InsyaAllah alat tanam kita berikan minggu depan. Untuk combine harvester-nya akhir tahun atau awal tahun depan paling cepat,” tegas Mas Dhito.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyerahkan bantuan benih jagung sebanyak 3,3 ton dan satu unit traktor roda empat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Mas Dhito menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir untuk mendukung kebutuhan petani, mulai dari benih, pupuk, hingga alat pertanian. Ia juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga hasil panen demi kesejahteraan petani tanpa membebani masyarakat.

“Kami masih bisa terus memberikan bantuan baik alat maupun kuota pupuk yang tidak terkurangi. Jadi harus di harga yang petani bahagia, masyarakat pun juga tetap bahagia,” ujarnya.

Selain persoalan alat panen, Mas Dhito juga meminta Dinas Pertanian untuk segera menangani serangan hama yang mulai menyerang lahan pertanian warga.

Ngadiluwih Jadi Prioritas Pengembangan Pertanian

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan bahwa Ngadiluwih merupakan salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan pertanian, khususnya untuk komoditas tebu dan jagung.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan bantuan bongkar ratun tebu seluas 650 hektare dengan total anggaran sekitar Rp9,1 miliar.

“Itu tiap hektar akan dibantu benih dengan nilai Rp10 juta dan harian ongkos kerjanya Rp4 juta. Kalau saya nominalkan, Ngadiluwih tahun ini untuk petani tebu akan ada bantuan sekitar Rp9,1 miliar,” jelas Sukadi.

Selain itu, bantuan benih jagung sebanyak 3,3 ton dengan nilai sekitar Rp280 juta juga akan disalurkan kepada petani selama Mei hingga Juni 2026. Pemerintah daerah turut membangun sumur submersible, jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta menambah bantuan alat pertanian bagi kelompok tani di Ngadiluwih.

“Ini sebagai bentuk program prioritas bupati, yaitu pupuk tersedia, petani bahagia. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.