PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Riau dalam kondisi cukup dan aman. Untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina telah meningkatkan pasokan khusus Pertalite hingga 50 persen dari kebutuhan normal, efektif mulai 1 Mei 2026.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan bahwa kondisi stok BBM di Riau masih sangat memadai. “Secara stok, sering kami sampaikan bahwa kondisi BBM di Riau masih sangat cukup. Bahkan kami sudah menambah hingga 50 persen pasokan khusus untuk Pertalite,” ujar Sunardi pada Rabu (6/5) kemarin.
Penambahan pasokan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat, khususnya di wilayah Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan, yang beberapa hari terakhir mengalami antrean panjang di SPBU. Sunardi menegaskan komitmen Pertamina untuk terus menjaga ketersediaan stok di SPBU.
“Kami akan terus menjaga stok di SPBU, agar masyarakat setiap datang ke SPBU stok BBMnya ada. Masyarakat juga kami imbau tenang, karena kami akan tetap menjaga stok BBM aman,” tambahnya.
Menanggapi potensi peralihan pengguna BBM non-subsidi ke BBM subsidi akibat kenaikan harga BBM non-subsidi, Pertamina mengingatkan bahwa pembelian BBM bersubsidi tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. “Pembelian BBM bersubsidi tetap harus menggunakan barcode agar subsidi yang diberikan memang tepat sasaran,” pungkas Sunardi.

