Palu, Sulawesi Tengah – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan kesiapsiagaan personelnya dalam mengantisipasi potensi dampak dari dinamika perkembangan situasi global sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.
Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, di Palu pada Selasa (28/4/2026), menjelaskan bahwa situasi geopolitik global, khususnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, berpotensi memicu instabilitas baik di tingkat global maupun nasional.
Menurut Helmi, salah satu dampak krusial yang mungkin terjadi adalah penutupan Selat Hormuz, yang dapat menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia. “Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada perekonomian nasional, seperti kenaikan harga BBM, biaya produksi, penurunan daya beli masyarakat, hingga meningkatnya inflasi dan potensi pengangguran,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi yang tidak stabil tersebut berpotensi menimbulkan gejolak sosial yang dapat berkembang menjadi gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, apel gelar pasukan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi gangguan di Sulawesi Tengah.
Antisipasi Hari Buruh dan Hoaks
Selain faktor global, kepolisian juga menyoroti agenda peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dinilai berpotensi diwarnai aksi unjuk rasa dengan jumlah massa besar. Hal ini dapat menimbulkan kerawanan seperti kemacetan lalu lintas hingga gangguan kamtibmas.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wakapolda Helmi Kwarta menekankan sejumlah langkah strategis kepada seluruh jajaran. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, pengoptimalan deteksi dini serta patroli, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Jajaran kepolisian juga diminta mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun provokasi, serta mengantisipasi potensi gejolak sosial akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, menyatakan pihaknya siap mengawal situasi kamtibmas agar tetap kondusif melalui langkah-langkah terukur dan sinergis bersama seluruh pemangku kepentingan.
Djoko juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. “Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi guna menghindari hoaks dan provokasi yang dapat memicu keresahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan dan mendukung upaya kepolisian menciptakan situasi yang kondusif.
