Penyanyi dangdut Dewi Perssik meluapkan kemarahan besar atas beredarnya kabar bohong yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Sosok yang akrab disapa Depe ini merasa sangat difitnah oleh konten-konten yang mengklaim dirinya mengalami kecelakaan maut hingga mobilnya ringsek.
Kabar burung mengenai kematian palsu Dewi Perssik tidak hanya tersebar melalui potongan video, tetapi juga dibahas secara masif dalam siaran langsung di aplikasi TikTok. Depe menyoroti bagaimana para oknum tersebut hampir setiap hari memproduksi narasi palsu mengenai kronologi kematiannya demi mendapatkan atensi publik.
“Kalau di pemberitaan aku ini, hampir tiap hari mereka itu bikin konten lagi. Jadi mobil kecelakaan, mobil ringsek Dewi Perssik, ini kronologinya. Lalu mereka bisa live tiap hari,” ungkap Dewi Perssik, menegaskan frekuensi penyebaran hoaks tersebut.
Klarifikasi Berujung Ejekan
Geram dengan aksi para penyebar hoaks, pelantun lagu “Mimpi Manis” ini memberanikan diri masuk ke salah satu ruang diskusi publik di platform tersebut. Ia berniat melakukan klarifikasi secara langsung untuk membuktikan bahwa dirinya masih dalam kondisi bugar dan sehat walafiat. Namun, kehadiran Depe di ruang siaran tersebut justru disambut dengan reaksi negatif dan penolakan dari para pengguna lainnya. Meskipun menggunakan akun resmi yang sudah terverifikasi dengan centang biru, identitas sang artis tetap diragukan oleh warganet di sana.
“Dan mereka itu menertawakan aku, ‘Heh, setannya datang!'” ungkap Dewi dengan nada bicara yang sangat kecewa sekaligus geram, menggambarkan perlakuan yang diterimanya.
Merasa kesabarannya sudah habis, Dewi Perssik secara tegas melayangkan ancaman untuk memproses hukum para pelaku ke kantor polisi. Ia tidak ingin lagi menoleransi tindakan tidak bertanggung jawab yang telah merusak nama baiknya secara sistematis di media sosial. Dalam interaksi tersebut, salah satu pengelola siaran akhirnya memohon maaf dan mengaku hanya menjalankan perintah pihak tertentu untuk membuat konten. Depe pun membalas dengan ketegasan bahwa segala alasan tersebut nantinya harus dipertanggungjawabkan di hadapan aparat penegak hukum.
Dampak paling menyakitkan dari fitnah ini justru menyasar pada kondisi psikis ibundanya yang kini menetap di Jember, Jawa Timur. Sang ibu terus-menerus diberondong pertanyaan oleh rekan-rekan di pengajiannya yang merasa sangat cemas mendengarkan kabar duka palsu tersebut. Suasana semakin mencekam bagi sang ibu lantaran ia sempat gagal menghubungi Dewi secara langsung melalui telepon seluler. Ternyata, pada saat kegaduhan itu terjadi di dunia maya, sang pedangdut sedang tertidur lelap sehingga tidak menyadari ponselnya berdering.
Kejadian ini membuat Dewi merasa sangat sedih karena keisengan oknum kreator telah mengusik ketenangan hidup orang tuanya di kampung halaman. Ia mengimbau agar masyarakat lebih bijak dan tidak lagi memproduksi narasi jahat yang mencederai perasaan keluarga orang lain.
