Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatatkan progres positif dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hingga Kamis (30/4/2026), sebanyak 12.140 jemaah beserta petugas telah sukses diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Capaian ini merepresentasikan 28 persen dari total kuota rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya pada tahun ini. Seluruh penerbangan yang telah lepas landas juga mencatat rekor ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) 100 persen.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan jemaah gelombang awal ini. Ia menekankan sinergi solid dari seluruh elemen lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-10 operasional ini, proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu tanpa keterlambatan. Kami terus menjaga standar kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tegas Anam, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan data kumulatif PPIH, 12.140 orang yang telah terbang terbagi ke dalam 32 Kelompok Terbang (Kloter). Khusus pada Kamis ini, terdapat tambahan keberangkatan 1.137 orang yang tergabung dalam 5 kloter.

Dari komposisi demografi, jemaah perempuan mendominasi dengan jumlah 6.430 orang, disusul jemaah laki-laki sebanyak 5.710 orang. Total rencana pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya musim ini mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut mencakup 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang bernaung di bawah 116 kloter.

Dalam dinamika operasional penerbangan, PPIH mencatat terdapat 38 kursi kosong (open seat). Kekosongan ini diakibatkan oleh beberapa faktor di lapangan, di antaranya jemaah dirawat di rumah sakit (8 orang), pendamping jemaah sakit (3 orang), penundaan keberangkatan (6 orang), perpindahan kloter (18 orang), dan alasan teknis atau praman kosong (21 kursi).

Mohammad As’adul Anam menambahkan, PPIH memberikan atensi ekstra terhadap kondisi jemaah yang tertunda keberangkatannya akibat kendala medis. Saat ini, tercatat ada 10 orang yang tertunda keberangkatannya di Asrama Haji, terdiri atas 8 jemaah sakit (1 di antaranya sudah menyusul berangkat) dan 3 orang pendamping.

“Perhatian terhadap kondisi jemaah, khususnya yang mengalami kendala kesehatan, menjadi prioritas utama kami. Kami memastikan mereka mendapatkan penanganan medis terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diikutkan pada kloter berikutnya setelah tim dokter menyatakan layak terbang (fit to fly),” urai Anam.