BATAM – Keberangkatan 442 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 Embarkasi Batam mengalami penundaan sekitar 24 jam. Insiden ini disebabkan oleh gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat Saudi Airlines yang seharusnya membawa ratusan jemaah asal Riau tersebut.
Sedianya, jemaah dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Senin (27/4) pukul 09.40 WIB. Namun, demi menjamin keselamatan penerbangan, pihak maskapai memutuskan untuk membatalkan jadwal tersebut dan mendatangkan pesawat pengganti.
Pesawat Pengganti Tiba, Jemaah Dijadwalkan Ulang
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengonfirmasi bahwa pesawat pengganti telah tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Keberangkatan jemaah kini dijadwalkan ulang pada Selasa (28/4) pukul 15.15 WIB.
“Kemarin sore, penundaan terjadi karena gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat. Alhamdulillah pesawat pengganti sudah datang. Insya Allah jemaah segera naik dan berangkat sore ini,” ujar Syafi’i saat memberikan keterangan di Kantor Asrama Haji Batam, Rabu (29/4).
Selama masa penundaan, sebanyak 442 jemaah haji diinapkan di sejumlah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Sesuai dengan regulasi penerbangan, seluruh biaya akomodasi, transportasi, hingga konsumsi ditanggung sepenuhnya oleh maskapai Saudi Airlines.
Syafi’i menegaskan bahwa keterlambatan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab maskapai. “Kalau terjadi delay, apalagi lebih dari beberapa jam, itu menjadi tanggung jawab maskapai. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” tegasnya.
Respons Positif dari Jemaah
Meski sempat mengalami kecemasan, para jemaah mengaku dapat menerima situasi tersebut dengan sabar. Sarifah, 53, jemaah asal Pekanbaru, menyatakan bahwa faktor keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan keberangkatan dengan kondisi pesawat yang bermasalah.
Hal senada diungkapkan oleh Rifa’i, 61, jemaah asal Dumai. “Kami tetap semangat berangkat. Penundaan tidak mengurangi rasa syukur kami bisa menunaikan haji,” tuturnya.
Para jemaah juga mengapresiasi kesigapan petugas haji dan maskapai dalam memberikan informasi serta pelayanan selama masa tunggu di hotel.
Pelayanan di Arab Saudi Tetap Terjamin
Kementerian Agama memastikan bahwa penundaan ini tidak akan mengganggu pelayanan jemaah setibanya di Arab Saudi. Seluruh pengaturan hotel di Madinah telah dikoordinasikan agar tetap sesuai dengan jadwal yang diatur sebelumnya.
“Kami pastikan jemaah tetap nyaman dan terlayani dengan baik. Tidak ada perubahan signifikan pada jadwal ibadah maupun akomodasi mereka,” pungkas Syafi’i.
Pihak Saudi Airlines di Bandara Hang Nadim juga menegaskan bahwa pesawat pengganti telah melalui pemeriksaan menyeluruh sesuai standar keselamatan tinggi sebelum diizinkan lepas landas membawa tamu Allah tersebut.
