Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengakui memetik pelajaran berharga dari konsistensi pebulu tangkis Taiwan, Chou Tien Chen, setelah langkahnya terhenti pada babak 16 besar Orleans Masters 2026.

Ginting harus mengakui keunggulan unggulan pertama tersebut setelah menyerah dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 10-21. Pertandingan tersebut berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis, pada Kamis waktu setempat.

Analisis Kekalahan dan Konsistensi Lawan

Menurut Ginting, Chou Tien Chen berhasil mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir, membuat dirinya kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan lawan.

“Memang masuk ke pola permainan dia semua,” kata Ginting dalam keterangan tertulis PP PBSI, Jumat (20/3/2026).

Pebulu tangkis peringkat atas dunia itu menambahkan bahwa ia telah mencoba berbagai strategi untuk mengimbangi permainan Chou. Namun, usahanya belum membuahkan hasil optimal.

“Tapi ya kurang bisa cerdik dalam menyusun strategi yang tepat dan melakukannya. Hari ini Chou bermain lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ginting menyoroti konsistensi Chou Tien Chen yang masih mampu bersaing di level atas dunia meski telah berusia 36 tahun. Hal ini menjadi pelajaran penting baginya, terutama dalam aspek menjaga kondisi fisik.

“Chou dengan usianya sekarang masih ada di level atas menjadi pelajaran juga buat saya bagaimana cara dia jaga badannya,” jelas Ginting.

Ginting menekankan bahwa menjaga kondisi tubuh adalah faktor krusial agar seorang atlet dapat sepenuhnya fokus pada strategi dan performa di lapangan.

“Itu yang juga harus saya terapkan ke diri saya, harus aware dengan kondisi apa yang mesti dilakukan,” pungkasnya.