Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Ia menargetkan setidaknya 50 persen dari total jalan yang mengalami kerusakan akan rampung diperbaiki pada akhir tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya percepatan pembangunan yang terus digalakkan.

Target Ambisius untuk Infrastruktur Vital

Dari total panjang 1.200 kilometer jalan kabupaten di Tulungagung, sekitar 450 kilometer atau 37,5 persen dilaporkan berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Dengan target 50 persen, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berencana memperbaiki sekitar 225 kilometer jalan yang rusak tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun ke depan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung mencatat, sepanjang tahun 2025, sekitar 75 kilometer jalan telah berhasil diperbaiki. Proyek-proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp 85 miliar dan difokuskan pada akses vital pertanian serta jalan penghubung antar kecamatan yang memiliki dampak langsung terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Alokasi Anggaran dan Tantangan di Lapangan

Untuk mendukung target ambisius ini, alokasi anggaran perbaikan jalan pada tahun 2026 telah ditingkatkan secara signifikan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menganggarkan dana sebesar Rp 120 miliar, menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, mengakui bahwa upaya perbaikan ini tidak lepas dari sejumlah tantangan.

“Tantangan utama yang kami hadapi adalah kondisi cuaca ekstrem yang kerap menghambat proses pengerjaan, serta ketersediaan aspal berkualitas yang sesuai standar,” ujar Dwi Hari Subagyo. Meskipun demikian, pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan spesifikasi.

Bupati Maryoto Birowo menyatakan, “Kami optimistis target perbaikan separuh jalan rusak bisa tercapai. Ini adalah prioritas utama untuk mendukung mobilitas warga dan perekonomian daerah.”

Bupati juga menambahkan bahwa pengawasan kualitas proyek akan diperketat untuk memastikan hasil perbaikan jalan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Masyarakat Tulungagung sendiri menyambut baik program perbaikan jalan ini, mengingat sejumlah keluhan terkait jalan berlubang dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) telah lama menjadi perhatian.