Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, menjajaki kolaborasi strategis dengan Federasi Rusia di sektor kesehatan, pendidikan, dan energi bersih. Penjajakan ini dilakukan melalui pertemuan resmi antara Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov di Jakarta pada Senin (13/4).

Pertemuan yang berlangsung di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang telah terjalin sejak awal 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sadewo didampingi jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyumas serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pihak Rusia dilaporkan memberikan respons positif terhadap berbagai tawaran investasi yang diajukan.

“Responsnya sangat baik. Mereka tertarik pada pembangunan rumah sakit, kerja sama pendidikan, dan pengembangan mikrohidro,” ujar Sadewo Tri Lastiono.

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam kolaborasi ini, terutama untuk mendukung wacana pemekaran wilayah Banyumas dan Purwokerto. Rencananya, sebuah rumah sakit modern berkapasitas 100 kamar akan dibangun di atas lahan seluas dua hektare milik pemerintah daerah. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp150 miliar.

Dalam skema kerja sama, Pemkab Banyumas akan menyediakan lahan, sementara Federasi Rusia diharapkan berkontribusi pada penyediaan peralatan medis mutakhir dan infrastruktur kesehatan berstandar internasional.

Di bidang pendidikan, Pemkab Banyumas mendorong kolaborasi antara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan institusi pendidikan tinggi di Rusia. Program ini mencakup beasiswa, pertukaran pelajar, serta pengembangan kapasitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Program ini tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga ASN, sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM melalui akses pendidikan global,” tambah Sadewo.

Energi Bersih dan Konektivitas Infrastruktur

Selain pengembangan SDM, delegasi Rusia juga menunjukkan ketertarikan pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Potensi sumber daya air yang melimpah di Banyumas dinilai strategis untuk mendukung kemandirian energi dengan potensi daya mencapai 3,5 megawatt.

Di sisi lain, Bupati Sadewo juga memaparkan sejumlah proyek infrastruktur skala besar untuk menarik minat investor global. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap sepanjang 95 kilometer dengan estimasi investasi Rp27 triliun, Kawasan Industri UKM seluas 280 hektare di dekat jalur tol, serta Integrated City Planning (ICP).

ICP mencakup pengembangan Kota Baru Gerilya Sudirman, kawasan pendidikan Unsoed, Kota Lama Banyumas, hingga wisata Baturraden dengan nilai investasi triliunan rupiah.

“Pengembangan kawasan terintegrasi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Banyumas dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru berbasis pendidikan, teknologi, dan pariwisata,” jelasnya.

Peningkatan Ekonomi dan Lingkungan

Upaya kolaborasi ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja perdagangan daerah. Tercatat, nilai ekspor Banyumas pada tahun 2025 mencapai Rp1,6 triliun, dan kerja sama dengan Rusia diproyeksikan dapat membuka akses pasar baru di kawasan Eropa Timur.

Pada aspek lingkungan, Pemkab Banyumas berencana menambah 15 unit mesin pengolahan sampah berkapasitas 15 ton per hari guna memperkuat tata kelola limbah daerah. Sebagai bagian dari diplomasi budaya, muncul pula rencana pendirian pusat kebudayaan Rusia di Banyumas untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.