Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Sulawesi Tengah pada Maret 2026 mencapai 2,83 persen. Angka ini disertai dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,03.

Kepala BPS Sulawesi Tengah, Daryanto, menjelaskan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. “Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Tengah di empat kabupaten/kota, pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,83 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 108,95 pada Maret 2025 menjadi 112,03 pada Maret 2026,” ujar Daryanto di Palu, Kamis (2/4/2026).

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Maret 2026 sebesar 0,38 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) Maret 2026 tercatat sebesar 1,19 persen.

Kelompok Pengeluaran Pemicu Inflasi

Daryanto merinci, inflasi tahunan tersebut secara umum dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,04 persen.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,36 persen. Disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,94 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 2,88 persen.

Beberapa kelompok lain yang turut mengalami kenaikan adalah penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,76 persen, kesehatan sebesar 1,72 persen, dan transportasi sebesar 0,09 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,83 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,39 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,18 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi

Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan pada Maret 2026 antara lain emas perhiasan, tarif listrik, beras, ikan cakalang, ikan lajang, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Selain itu, biaya pendidikan seperti akademi/perguruan tinggi, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, minyak goreng, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan malalugis atau ikan sorihi, kue basah, ikan goreng, Sigaret Putih Mesin (SPM), sewa rumah, sepeda motor, serta kangkung juga turut menyumbang inflasi.

Untuk inflasi bulanan Maret 2026, komoditas yang dominan memberikan andil adalah cabai rawit, telur ayam ras, tomat, ikan kembung, bensin, daging ayam ras, ikan cakalang, jagung manis, beras, kue basah, serta ikan goreng.

Perbedaan Inflasi Antar Wilayah

Secara geografis, inflasi tertinggi di Sulawesi Tengah terjadi di Luwuk sebesar 4,97 persen dengan IHK 115,06. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Morowali sebesar 1,10 persen dengan IHK 110,94.

Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi tahunan sebesar 3,78 persen dengan IHK 118,22, dan Kota Palu sebesar 2,64 persen dengan IHK 110,29.

Untuk inflasi bulanan, Kabupaten Morowali mencatat angka tertinggi sebesar 0,62 persen, diikuti Luwuk sebesar 0,37 persen, Kota Palu sebesar 0,33 persen, dan Kabupaten Tolitoli sebesar 0,30 persen.