Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta terlukanya lima prajurit lainnya dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyoroti pengorbanan para prajurit tersebut.
“Jajaran Baznas menyampaikan rasa duka mendalam karena Baznas bersama TNI telah merasakan langsung perjuangan di lapangan dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada rakyat di wilayah Timur Tengah khususnya rakyat Palestina,” kata Sodik dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Sodik Mudjahid menegaskan bahwa prajurit yang gugur saat menjaga perdamaian dunia, membela negara, dan mempertahankan kehormatan bangsa dianggap mati syahid. “Prajurit yang gugur saat menjaga perdamaian dunia, membela negara, mempertahankan kehormatan bangsa dianggap mati syahid. Sehingga, kedudukannya sangat mulia dan Allah SWT sudah menjanjikan surga sebagai balasannya,” ujarnya.
Ia menekankan, pengorbanan mereka menjadi teladan dan kehormatan bagi Bangsa Indonesia. Baznas, dengan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia, akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada perjuangan rakyat Palestina yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan penderitaan.
“Baznas dengan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada perjuangan rakyat Palestina yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan dan penderitaan. Semoga upaya perdamaian dan keadilan dapat segera terwujud bagi mereka,” tambah Sodik.
Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan atas jasa-jasa para prajurit, Baznas turut meringankan beban keluarga almarhum. “Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Sodik Mudjahid.
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam insiden saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026) adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara itu, lima prajurit yang mengalami luka-luka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.
