LOMBOK TIMUR, KILATNEWS.CO – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Naufal (34), seorang pemuda asal Aik Ambung, Masbagik Timur, Lombok Timur, yang terseret arus di Pantai Tanjung Beloam, Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru. Penghentian ini dilakukan pada Selasa (31/3/2026), tepat tujuh hari setelah insiden nahas tersebut terjadi.

Keputusan penghentian pencarian diambil setelah tim gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, dan potensi SAR lainnya, melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Selain itu, faktor kondisi alam yang ekstrem turut menjadi pertimbangan utama.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa penghentian ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, yakni batas maksimal pencarian selama tujuh hari.

“Pencarian dihentikan setelah hasil evaluasi tim gabungan (Basarnas, Polri, TNI, Potensi SAR) menunjukkan tidak adanya temuan tanda-tanda korban tambahan. Tidak hanya itu, faktor alam dan keamanan serta kondisi cuaca buruk, arus deras, atau medan yang membahayakan penyelam/petugas menjadi alasan kuat untuk penghentian,” ujar IPTU Lalu Rusmaladi.

Ia menambahkan, tim telah mengupayakan pencarian secara maksimal melalui penyisiran darat, penyelaman, dan penggunaan perahu. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Bahwa pencarian dihentikan karena jasad kemungkinan besar sudah terbawa arus jauh atau tenggelam di kedalaman yang tidak terjangkau, meski operasi resmi ditutup, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan di lokasi dan kerjasama dengan masyarakat atau nelayan. Di Imbau kepada nelayan atau warga setempat untuk melaporkan segera ke Polsek/pos SAR terdekat jika menemukan tanda-tanda korban,” pungkas Lalu Rusmaladi.

Naufal terseret ombak saat berwisata di Tanjung Beloam pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, ia bersama saudaranya, Luqyana Kamaria (23), dan temannya, Azmi (25), sedang rekreasi pasca-Hari Raya Idul Fitri.

Menurut kronologi, Naufal dan Luqyana hendak menyeberang menuju Gili Tanjung Beloam melalui jalan setapak di atas permukaan air yang dangkal. Tiba-tiba, gelombang laut yang cukup kuat datang dan menghempas Naufal. Azmi yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada Luqyana hingga berhasil menyelamatkannya dari terjangan ombak, namun Naufal hilang ditelan gelombang.