Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menegaskan pentingnya silaturahim antarmasyarakat sebagai cerminan nilai-nilai toleransi yang kokoh di daerah tersebut. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyoroti peran krusial kebersamaan dalam menjaga kerukunan.
Silaturahim sebagai Fondasi Kerukunan
Samuel Yansen Pongi menyatakan bahwa silaturahim dan kebersamaan yang terjalin di Sigi selama ini mencerminkan nilai toleransi yang terus dijaga oleh warganya. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai pilar utama kehidupan sosial yang damai.
“Ke depan penting menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis,” kata Samuel saat dihubungi di Sigi, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, momentum Idul Fitri menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan antarindividu dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sigi. Ia mencontohkan, masyarakat di Uwemanje, Kecamatan Kinovaro, secara konsisten aktif membangun komunikasi dan kebersamaan lintas agama.
“Selama ini masyarakat Uwemanje Kecamatan Kinovaro khususnya senantiasa aktif membangun komunikasi dan kebersamaan lintas agama, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan saling menghargai,” ucapnya.
Memperkuat Stabilitas Sosial
Samuel menambahkan, kegiatan silaturahim semacam ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Sigi.
“Tentunya silaturahim ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi serta kedekatan antara pemerintah daerah dan warga,” sebutnya.
Ia berharap, nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta semangat persaudaraan yang terpelihara pada momentum Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di Sigi.
