Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk memfokuskan pembangunan secara merata dan berkelanjutan hingga ke wilayah pinggiran, tidak hanya terkonsentrasi di kawasan pusat kota. Penegasan ini disampaikan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat meninjau langsung kondisi infrastruktur, konektivitas lingkungan, serta kebersihan di wilayah permukiman Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu, pada Kamis (26/3/2026).

Pemerataan Pembangunan Jadi Prioritas

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Hadianto Rasyid menyatakan bahwa pemerintah kota kini mulai memperluas cakupan pembangunan. “Kalau sebelumnya kita fokus di dalam kota, sekarang kita mulai fokus di bagian luar. Kita lihat kondisi di lapangan seperti ini, maka potensi seperti pajak harus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan,” ujarnya.

Hadianto Rasyid didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, lurah setempat, serta sejumlah pihak lainnya. Peninjauan dimulai dari kawasan Vatutela, kemudian menyusuri sejumlah wilayah hingga masuk ke lorong-lorong di sekitar kawasan perumahan warga.

Tanggung Jawab Pengembang dan Perencanaan Tata Kota

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, konektivitas lingkungan, serta kebersihan di wilayah tersebut. Hadianto juga menekankan pentingnya tanggung jawab pengembang maupun masyarakat dalam membangun kawasan permukiman agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya sebatas mendirikan bangunan, tetapi juga harus memperhatikan konektivitas lingkungan dan akses infrastruktur. “Orang yang membangun harus memperhatikan konektivitasnya. Jangan hanya membangun, tetapi lingkungannya tidak diperhatikan, sehingga akhirnya menjadi beban pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap ke depan tidak ada lagi kawasan baru yang terbangun tanpa perencanaan yang baik dan tertata. Pembangunan perumahan dan permukiman, sebutnya, harus berjalan seiring dan memiliki orientasi besar agar mampu mendorong kemajuan kota secara menyeluruh.

Hadianto juga menyoroti kondisi lingkungan di Kelurahan Tondo dan meminta hal tersebut menjadi perhatian bagi OPD terkait serta satuan tugas di lapangan. “Kalau kita ingin menjadi besar, maka kita harus berorientasi besar. Jangan menghindar dari kondisi yang ada dan tidak mau tahu, karena jika demikian, maka perubahan juga tidak akan datang,” katanya.

Kegiatan peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palu dalam memastikan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, khususnya di kawasan permukiman di wilayah pinggiran kota.