Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menegaskan tidak akan memberlakukan sistem belajar dalam jaringan (daring) dan tetap mempertahankan pembelajaran tatap muka (luring). Kebijakan ini diambil untuk mencegah penurunan capaian belajar siswa, meskipun pemerintah pusat mengeluarkan instruksi sekolah daring guna menghemat energi atau bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menyampaikan bahwa seluruh siswa akan kembali masuk sekolah dan melaksanakan proses belajar mengajar secara langsung pada hari pertama setelah libur Lebaran, Senin (30/3). “Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran, Senin (30/3) semua siswa tetap masuk sekolah dan melakukan proses belajar mengajar seperti biasa secara langsung,” kata Yusuf di Mataram, Rabu (26/3).

Yusuf menjelaskan, salah satu pertimbangan utama adalah karakteristik Kota Mataram sebagai kota kecil. Jarak tempuh anak-anak ke sekolah tidak terlalu jauh, bahkan banyak siswa yang dapat menjangkau sekolah dengan berjalan kaki, sehingga tidak memerlukan biaya BBM.

Selain itu, keputusan untuk tetap melaksanakan sekolah secara normal ini juga bertujuan untuk menghindari terulangnya fenomena penurunan capaian belajar yang pernah terjadi selama masa pandemi COVID-19. “Jangan sampai terjadi lagi seperti saat COVID-19, di mana anak-anak termasuk yang sekarang kelas 6 menjadi korban karena proses belajar yang tidak maksimal,” tegasnya.

Yusuf menambahkan, meskipun pemerintah pusat menginstruksikan percepatan transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik dan efisiensi birokrasi, aturan tersebut tidak berlaku bagi dua instansi vital di daerah: Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Dinas Pendidikan tetap harus melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk menjaga kualitas pendidikan, sementara Dinas Kesehatan wajib memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Jadi kami berkomitmen tetap melaksanakan sekolah luring, guna menghindari dampak loss learning (penurunan capaian belajar),” ujarnya. Ia memastikan, agenda hari pertama masuk sekolah pekan depan, setelah kegiatan halalbihalal di sekolah, semua akan beraktivitas melaksanakan proses belajar mengajar kembali secara normal.

“Karena dalam suasana pasca-Lebaran, beberapa sekolah akan mengisi hari pertama dengan kegiatan halal bihalal, selanjutnya memulai jadwal pelajaran rutin,” tutup Yusuf.