Perebutan gelar juara Super League 2025/2026 semakin memanas di penghujung musim. Borneo FC, yang kini bersaing ketat dengan Persib Bandung di puncak klasemen, memilih pendekatan unik dengan memadukan kerja keras di lapangan dan kekuatan doa, yang mereka sebut sebagai ‘jalur langit’.

Hingga Jumat, 01 Mei 2026, kedua tim sama-sama mengoleksi 69 poin. Namun, Persib Bandung berhak menduduki posisi pertama karena unggul dalam rekor head to head atas skuad berjuluk Pesut Etam tersebut.

Kemenangan Krusial dan Strategi ‘Jalur Langit’

Borneo FC baru saja meraih tambahan tiga poin krusial setelah berhasil menaklukkan Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Gol tunggal kemenangan Pesut Etam dicetak oleh Koldo Obieta pada menit ke-55, menjaga asa mereka untuk merebut takhta juara.

Di tengah tekanan persaingan yang begitu ketat, manajemen Borneo FC secara terbuka mengungkapkan strategi yang tidak biasa. Manajer tim, Dandri Dauri, menegaskan bahwa timnya menempuh ‘jalur langit’, sebuah kombinasi antara usaha maksimal dan doa.

“Soal juara, kami serahkan pada usaha dan doa. Siapa yang jadi juara, itu nanti di akhir,” ujar Dandri Dauri, seperti dikutip.

Fokus dan Soliditas Tim

Pendekatan spiritual ini menjadi penyeimbang di tengah tekanan tinggi yang dihadapi tim. Borneo FC menekankan pentingnya fokus untuk menyapu bersih empat laga sisa demi menjaga peluang juara.

Kapten tim, Nadeo Argawinata, turut menyoroti kunci utama keberhasilan timnya. Ia menilai bahwa soliditas dan kebersamaan di ruang ganti menjadi fondasi kuat yang memungkinkan Borneo FC mampu menyalip rival-rivalnya dalam perburuan gelar.

Dengan empat pertandingan tersisa, persaingan di puncak klasemen Super League 2025/2026 dipastikan akan berlangsung hingga pekan terakhir, menjanjikan tontonan yang mendebarkan bagi para penggemar sepak bola Indonesia.