PURWOKERTO – Harga cabai rawit merah di Purwokerto, Jawa Tengah, masih bertahan tinggi pada Senin, 23 Maret 2026, atau H+2 Idul Fitri 2026. Komoditas ini dipasarkan dengan harga rata-rata Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat di Purwokerto rata-rata mengurangi pembelian dan konsumsi cabai. Kenaikan harga ini telah terjadi secara bertahap sejak sepekan menjelang perayaan Idul Fitri.
Sarni (50), seorang pedagang di Pasar Purwosari, Kecamatan Baturaden, menjelaskan bahwa harga cabai mulai merangkak naik hingga Rp100 ribu per kilogram menjelang Lebaran. Dua hari sebelum perayaan, harga cabai rawit merah melonjak ke angka Rp120 ribu per kilogram dan bertahan hingga saat ini.
“Sampai sekarang, Senin (23/3) harga cabai masih Rp120 ribu per kilogram, dari sananya memang belum turun,” ujar Sarni.
Menurut Sarni, tingginya harga cabai membuat kebanyakan pembeli mengurangi jumlah pembelian. Mereka yang biasanya membeli seperempat hingga satu kilogram, kini hanya membeli kisaran setengah ons hingga satu ons. “Malah kebanyakan membeli separuh dari setengah ons lagi karena saking hargnaya mahal dan ekonomi sedang sulit,” tambahnya.
Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan oleh pedagang makanan. Amis (45), seorang pedagang makanan, mengaku terpaksa menaikkan harga jual makanannya sejak Lebaran lalu. Hal ini dikarenakan tidak hanya cabai, tetapi harga komoditas bahan pangan lainnya juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Rata-rata pedagang makanan menaikan harha Rp3000 per porsi karena harga bahan bakunya memang mahal,” kata Amis.
