Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum. Data menunjukkan kenaikan sebesar 8,58 persen dibandingkan dengan periode libur Idul Fitri tahun 2025.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa meskipun jumlah pemudik angkutan umum masih tinggi hingga hari Lebaran, situasinya tetap terkendali. “Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujar Ernita Titis Dewi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Secara kumulatif, pergerakan penumpang angkutan umum sejak H-8 Lebaran, Jumat (13/3/2026), hingga hari H Lebaran, Sabtu (21/3/2026), mencapai 10.887.584 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pemudik pada Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 10.027.482 orang.

Data Kumulatif Pemudik Angkutan Umum (H-8 hingga Hari H Lebaran 2026)

Moda TransportasiJumlah Penumpang 2026Jumlah Penumpang 2025Kenaikan (%)
Kereta Api3.349.3432.952.05513,46
Angkutan Udara2.397.1922.328.5512,95
Angkutan Penyeberangan2.664.0042.336.61914,01
Angkutan Bus1.693.9311.548.8749,37
Angkutan Laut783.114
Total10.887.58410.027.4828,58

Pada hari H Lebaran, Sabtu (21/3/2026), Kemenhub mencatat pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 873.916 orang. Rincian pergerakan keberangkatan penumpang pada hari tersebut meliputi:

  • Kereta api: 364.649 orang (205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang perkotaan regional)
  • Angkutan udara: 206.785 orang (155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional)
  • Angkutan laut: 21.141 orang
  • Angkutan penyeberangan: 177.564 orang
  • Angkutan darat (bus): 103.777 orang

Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau di berbagai simpul transportasi. Pada hari H Lebaran, sebanyak 193.237 unit kendaraan tercatat keluar dari gerbang tol Jakarta, sementara 122.074 unit kendaraan masuk. Total pergerakan kendaraan keluar dan masuk pada gerbang tol Jabodetabek mencapai 380.753 unit, dan pada gerbang tol non-Jabodetabek sebanyak 353.546 unit.

Di ruas arteri, 601.275 unit kendaraan keluar dari Jabodetabek dan 460.089 unit masuk. Sementara itu, pergerakan kendaraan di ruas arteri non-Jabodetabek mencapai 607.366 unit.

Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026) atau H+3 Lebaran. “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan, serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” pungkas Ernita Titis.