Pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, melontarkan peringatan serius terkait potensi bahaya yang mengintai di MotoGP Brasil 2026. Ia menyoroti kondisi Sirkuit Ayrton Senna di Goiania yang bisa menjadi sangat sulit jika hujan kembali mengguyur, terutama setelah insiden banjir yang sempat merendam sebagian lintasan awal pekan ini.

Ancaman Hujan dan Genangan Air di Sirkuit Goiania

Hujan deras yang melanda kawasan Goiania beberapa hari lalu menyebabkan sebagian lintasan Sirkuit Ayrton Senna tergenang. Meskipun air relatif cepat surut, kondisi tersebut meninggalkan sisa kotoran dan lumpur di permukaan aspal yang memerlukan pembersihan intensif.

Bagnaia mengaku sempat melihat langsung situasi pascabanjir dan menilai kondisinya cukup mengkhawatirkan. “Jika hujan turun lagi, kondisinya bisa sulit, terutama menjelang dua tikungan terakhir karena area itu cenderung tergenang. Situasinya sempat cukup kritis,” ujar pembalap asal Italia tersebut.

Karakter Trek Menarik, Namun Penuh Risiko

Terlepas dari potensi masalah cuaca, Bagnaia tetap mengapresiasi desain Sirkuit Ayrton Senna yang kembali masuk kalender MotoGP setelah terakhir digunakan pada 1989. Menurutnya, lintasan ini menawarkan kombinasi teknis yang menantang dengan banyak tikungan cepat dan saling terhubung.

“Lintasannya sangat bagus, teknis, cepat, dan cukup rapat. Saya suka karakter seperti ini,” kata Bagnaia. Namun, ia kembali menekankan bahwa keindahan layout lintasan bisa berubah menjadi tantangan serius jika kondisi cuaca tidak mendukung.

Aspal Halus dan Adaptasi Ban Jadi Kunci

Bagnaia juga menyoroti kualitas aspal sirkuit yang sangat halus, bahkan diibaratkan seperti meja biliar. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat cengkeraman ban, terutama di awal sesi saat lintasan belum sepenuhnya bersih dari sisa kotoran.

“Aspalnya seperti meja biliar, sangat halus. Masih sedikit kotor, tapi saya pikir grip akan cukup baik. Yang penting adalah melakukan banyak lap untuk memahami motor,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, tim Ducati juga masih fokus mengevaluasi masalah ban belakang yang muncul pada seri pembuka di Buriram. Penggunaan ban belakang dengan konstruksi lebih keras dari Michelin saat itu menimbulkan kendala, khususnya terkait keausan yang tidak ideal sepanjang balapan.

Di Brasil, spesifikasi ban serupa tetap menjadi salah satu opsi, meskipun tersedia alternatif lain seperti yang digunakan di Red Bull Ring—lintasan yang selama ini cukup bersahabat bagi Ducati.

“Kami sudah bekerja keras memahami masalah ban di Thailand. Lintasan ini baru untuk semua orang, jadi mungkin situasinya akan berbeda,” ujarnya.

Ducati Siap Hadapi Segala Kemungkinan

Dengan kombinasi faktor lintasan baru, kondisi cuaca yang belum menentu, serta evaluasi teknis yang masih berjalan, MotoGP Brasil 2026 diprediksi berlangsung penuh tantangan. Meski demikian, Bagnaia menegaskan tim Ducati tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul selama akhir pekan balapan.

“Kami siap untuk apa pun. Yang jelas lintasannya sangat menarik,” tutupnya.