Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menunjukkan komitmennya dalam menjaga toleransi antarumat beragama dengan mengikuti dua kali malam takbiran menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil di tengah perbedaan penetapan 1 Syawal antara organisasi Muhammadiyah dan pemerintah, serta bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu.

Keluarga besar Muhammadiyah di Kota Bandung telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Malam takbiran bagi warga Muhammadiyah berlangsung khidmat pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Farhan turut serta dalam takbiran tersebut.

“Untuk yang merayakan Idulfitri pada hari ini, kami mengucapkan selamat Idulfitri, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” tutur Muhammad Farhan, Jumat (20/3/2026).

Farhan menyatakan akan kembali mengikuti takbiran pada Jumat malam, 20 Maret 2026, menjelang perayaan Idulfitri versi pemerintah yang diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi, terutama karena umat Hindu juga tengah menjalankan Hari Raya Nyepi.

Untuk menghormati perayaan Nyepi, Pemerintah Kota Bandung mengimbau agar takbiran pada Jumat malam tidak dilakukan dengan pawai. “Ini bagian dari Bhinneka Tunggal Ika. Kita menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan Nyepi. Jadi malam ini tidak ada pawai,” tegas Farhan.

Farhan juga memastikan bahwa Pemkot Bandung bersama jajaran kewilayahan telah bersiaga penuh untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah Salat Idulfitri pada Jumat pagi. Berbagai titik di Kota Bandung menjadi lokasi penyelenggaraan Salat Id.

Persiapan Salat Id Muhammadiyah

Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Dikdik Dahlan, menjelaskan bahwa Salat Idulfitri diselenggarakan di sekitar 56 masjid di Kota Bandung. Salah satu lokasi utama adalah Lapangan Lodaya, yang menjadi tempat Salat Id bagi jemaah Masjid Mujahidin.

“Khusus untuk jemaah Masjid Mujahidin, Salat Id dilaksanakan di Lapangan Lodaya dengan imam dan khatib Hilman Latief, mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” jelas Dikdik.

Dikdik memprediksi jumlah jemaah akan membludak, terutama karena adanya perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal. “Kami sarankan jemaah sudah hadir sekitar pukul 05.30 WIB agar mendapatkan tempat. Insyaallah pukul 06.00 WIB sudah mulai berkumpul dan sekitar 06.15 WIB persiapan salat dimulai,” tambahnya.

Terkait kesiapan, Dikdik menyebut persiapan telah mencapai lebih dari 80 persen. Meskipun sempat terkendala hujan, kondisi cuaca kini membaik, dan diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar. Momentum ini, menurutnya, menjadi cerminan toleransi dan kebersamaan di Kota Bandung.

“Ini menjadi cerminan toleransi antara perayaan Idulfitri bagi umat Islam dan pelaksanaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu,” pungkas Dikdik.