Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan penerapan stimulus pemerintah berupa diskon tiket penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, berjalan efektif selama masa angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia bahkan menemukan bahwa potongan harga yang dinikmati masyarakat bisa lebih besar dari perkiraan awal.

Dudy Purwagandhi menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kesiapan layanan di Bandara Soetta pada Selasa, 17 Maret 2026. Kunjungan ini sekaligus untuk memantau sejauh mana kebijakan Presiden Prabowo terkait stimulus tarif tiket dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami melihat pelaksanaan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus bertanya ke beberapa penumpang kira-kira kebijakan Presiden Prabowo terkait stimulus pada tarif tiket sampai sejauh mana bisa dirasakan masyarakat,” kata Menhub Dudy di Tangerang.

Ia menjelaskan, stimulus yang dihadirkan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menargetkan diskon sebesar 17 hingga 18 persen untuk harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban jutaan masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan maskapai penerbangan.

“Jika disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang menanggung pajak pembelian, penggunaan avtur, ada suit charger dan lainnya perkiraan masyarakat bisa menikmati potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen,” ungkapnya.

Menhub menambahkan, pemerintah telah berupaya menjaga keseimbangan permintaan dan kapasitas penerbangan untuk menekan lonjakan harga selama periode mudik Lebaran 2026. Upaya ini bertujuan agar potongan harga tiket pesawat dapat terwujud dan menjadikan tarif penerbangan lebih terjangkau.

“Namun dalam pelaksanaannya yang saya lihat masyarakat bisa menikmati ada yang sampai 20 persen, Alhamdulillah berarti bisa lebih besar diskonnya,” paparnya.

Selain itu, Menhub Dudy juga memuji wajah baru Terminal 1C Bandara Soetta pasca-revitalisasi yang kembali dibuka awal November 2025. Ia menyoroti tampilan ornamen khas tanah air yang tetap dipertahankan, dipadukan dengan sentuhan budaya Indonesia seperti anyaman rotan yang modern, anggun, dan berwibawa.

“Pelayanannya sudah bagus, persiapan sarana dan fasilitas yang diberikan juga sudah cukup memberi kenyamanan bagi penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan intensif. Seluruh unsur operasional bandara telah disiagakan untuk memastikan kelancaran pelayanan.

“Kami melihat pergerakan penumpang masih akan terus meningkat sampai nanti puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026,” ucap Heru.

Heru juga mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai, mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca ekstrem, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel.