Sebuah video viral yang menampilkan konflik dramatis antara ibu tiri dan anak tiri kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Namun, di balik popularitasnya, video ini kini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai umpan untuk melancarkan aksi penipuan phishing yang mengancam data pribadi warganet.
Para pelaku kejahatan siber dengan cepat memanfaatkan tren ini dengan menyebarkan tautan-tautan mencurigakan. Tautan tersebut seringkali dikemas dengan narasi yang menjanjikan
