Legenda balap motor dunia, Valentino Rossi, membeberkan alasan di balik kemampuannya terhindar dari masalah arm pump sepanjang karier gemilangnya di MotoGP. Menurut Rossi, faktor genetik menjadi kunci utama yang membuatnya tidak pernah mengalami cedera yang kerap menghantui banyak pembalap di kelas premier.

Rossi, yang menjalani karier panjang di paddock grand prix dari tahun 1996 hingga pensiun pada 2021, dikenal sebagai salah satu pembalap dengan performa paling konsisten. Selama periode tersebut, banyak rekan sejawatnya harus naik meja operasi akibat arm pump, kondisi yang disebabkan tekanan ekstrem pada otot lengan saat mengendalikan motor berperforma tinggi.

Pengakuan Rossi: Tidak Pernah Alami Arm Pump

Pengakuan Rossi ini muncul dalam sebuah percakapan santai di acara makan malam para anggota MotoGP Hall of Fame. Saat itu, ia berbincang dengan mantan rivalnya, Dani Pedrosa, yang langsung menanyakan pengalamannya terkait arm pump.

“Apakah kamu pernah mengalami masalah arm pump?” tanya Pedrosa.

Dengan tegas, Rossi menjawab bahwa ia sama sekali tidak pernah merasakan kondisi tersebut. “Tidak pernah. Nol. Saya tidak pernah mengalami arm pump,” kata Rossi.

Meski demikian, ia mengakui pernah merasakan kelelahan pada lengan saat mengendarai motor motocross. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut berbeda jauh dengan arm pump yang biasa dialami para pembalap MotoGP.

Faktor Genetik Jadi Kunci Keberuntungan

Rossi meyakini bahwa kemampuannya terhindar dari arm pump kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya struktur otot lengan bawah yang dimilikinya. Ia menjelaskan, ukuran dan kondisi otot lengan bawah setiap pembalap sangat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami masalah tersebut.

“Menurut saya ini soal keberuntungan genetik. Tergantung pada gen dan seberapa besar otot lengan bawah Anda,” ujar Rossi. Ia menambahkan, “Itu adalah keberuntungan besar bagi saya.”

Arm pump sendiri adalah kondisi medis di mana otot lengan bawah mengalami tekanan berlebih akibat getaran motor dan gaya pengereman ekstrem. Dampaknya bisa berupa rasa nyeri, mati rasa, hingga hilangnya kekuatan pada tangan saat balapan, seringkali memaksa pembalap untuk menjalani operasi.

Kontras dengan Pengalaman Dani Pedrosa

Berbanding terbalik dengan Rossi, mantan pembalap Repsol Honda Team, Dani Pedrosa, justru mengakui sering menderita arm pump sepanjang kariernya. Pedrosa bahkan harus menjalani beberapa operasi untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk operasi terbaru pada tahun 2022 saat ia kembali turun ke lintasan sebagai pembalap penguji.

“Saya sangat menderita karena arm pump. Ada musim-musim tertentu yang lebih parah dibanding yang lain,” ungkap Pedrosa.

Ia menjelaskan bahwa tingkat keparahan arm pump yang dialaminya sering bergantung pada karakter motor yang ia kendarai. Pedrosa bahkan mengenang salah satu periode paling sulit dalam kariernya. “Pada 2014 saya seperti hanya mengendarai motor dengan lengan kiri,” ujarnya.

Pedrosa juga menambahkan bahwa latihan fisik di gym terkadang justru memperparah kondisi arm pump yang ia alami, meskipun latihan tersebut tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran sebagai pembalap.

Rossi Soroti Persaingan MotoGP 2026

Dalam kesempatan yang sama, Rossi juga tidak luput membahas persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Sebagai pendiri VR46 Riders Academy, Rossi memiliki beberapa pembalap binaan yang kini berkompetisi di grid MotoGP, termasuk Marco Bezzecchi.

Rossi menilai Bezzecchi sedang berada dalam performa terbaiknya dan sangat fokus untuk meraih kemenangan. Namun, ia tetap menempatkan rival lamanya, Marc Marquez, sebagai kandidat kuat untuk merebut gelar juara dunia musim ini.

Menurut Rossi, motor Aprilia yang digunakan Bezzecchi masih sedikit tertinggal dibandingkan performa motor Ducati. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bezzecchi dalam perburuan gelar.

Pada seri pembuka musim 2026 di Buriram, Marco Bezzecchi berhasil meraih kemenangan dalam balapan utama di Chang International Circuit. Namun, pembalap Italia tersebut gagal mengamankan poin maksimal setelah mengalami kecelakaan pada sprint race sehari sebelumnya. Hasil tersebut menempatkan Bezzecchi di posisi kedua klasemen sementara MotoGP musim 2026 setelah meninggalkan Thailand.