Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersilaturahmi dengan keluarga besar serta para pasien di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit pada Selasa (10/3). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan memastikan pelayanan kesehatan yang layak bagi pasien.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Pramono mengikuti buka puasa bersama, menunaikan salat Magrib berjamaah, serta berdialog langsung dengan pasien dan tenaga kesehatan. RSKD Duren Sawit dikenal sebagai rumah sakit khusus milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang unggul dalam pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi psikososial, serta penanggulangan adiksi NAPZA.
Gubernur Pramono mengungkapkan rasa syukurnya dapat berbuka puasa bersama di fasilitas kesehatan tersebut. “Hari ini, saya bersyukur dan beruntung bisa berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat Magrib di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit. Ini merupakan salah satu rumah sakit khusus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan mungkin satu-satunya. Fasilitasnya cukup baik, dan tadi saya juga sempat berinteraksi dengan beberapa pasien di sini,” ujarnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para pasien yang sedang menjalani perawatan, dengan harapan mereka dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. Gubernur Pramono menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap pasien yang menjalani perawatan kesehatan jiwa. “Harapan saya, siapa pun yang dirawat di tempat ini, setelah selesai menjalani perawatan dapat menjadi lebih baik. Yang paling penting, masyarakat juga harus bisa menerima sekaligus menghilangkan stigma yang ada,” jelasnya.
Dalam dialognya, Gubernur Pramono mendengarkan aspirasi dari pasien maupun petugas rumah sakit, termasuk isu perundungan atau bullying. Menanggapi hal tersebut, ia meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji kemungkinan penyusunan kebijakan khusus terkait penanganan bullying. “Saya akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat beserta jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan penanganan bullying,” tambahnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Gubernur Pramono menegaskan bahwa kehadiran Pemprov DKI Jakarta tidak hanya sebatas silaturahmi, melainkan juga untuk memberikan dukungan moral. “Kami di sini untuk berbagi doa dan semangat, sekaligus memastikan para pasien yang sedang menjalani perawatan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, adil, dan merata,” tuturnya.
Menurut Gubernur Pramono, pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sejalan dengan visi tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat melalui berbagai upaya promotif, preventif, hingga rehabilitatif, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan mental yang lebih baik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif dan bebas stigma.
