GESIT News – Program Ramadhan Menghafal Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh LPTQ Syaikh Zainuddin resmi ditutup pada Selasa (10/3/2026) di MTs Mu’allimat NW Anjani, Lombok Timur. Kegiatan yang mengusung tema “Al-Qur’an Mudah Dihafal” ini diikuti oleh 441 peserta dari berbagai kalangan santri.
Dalam program tersebut, delapan peserta berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga khatam. Capaian hafalan tertinggi diraih oleh Zakiyatul Fitri yang mampu menghafal 20 juz dalam waktu 20 hari. Sementara itu, Aulia Arianti Ramdhani dan Nisfullaili masing-masing berhasil mencapai hafalan 19 juz.
Selain itu, sejumlah peserta lain juga menunjukkan capaian hafalan yang membanggakan, di antaranya Nursiyan, Tirta Wahyuni, Baiq Nina Kasih, Ananda Risna, Alisa Zilviana Dewi, dan Nahdia Syafika Asri.
Kepala Sekolah MTs Mu’allimat NW Anjani dalam sambutannya mengingatkan para peserta agar tetap istiqamah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, tidak hanya selama mengikuti program Ramadhan Menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa dengan sikap istiqamah tersebut, para penghafal Al-Qur’an turut menjadi bagian dari cara Allah menjaga firman-Nya, yakni dengan menitipkannya di dalam hati dan ingatan para huffaz.
Penanggung jawab program, Hassan Zaeni, menjelaskan bahwa kegiatan Ramadhan Menghafal Al-Qur’an ini merupakan gagasan Ummuna yang bertujuan menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an di kalangan santri. Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan musiman selama Ramadhan saja, tetapi terus dilanjutkan melalui kegiatan murojaah atau pengulangan hafalan.
Sementara itu, Muhammad Ihsan selaku asatidz menyampaikan bahwa siapa saja yang dekat dengan Al-Qur’an akan dimuliakan oleh Allah SWT. Menurutnya, kemuliaan tersebut akan diraih apabila seseorang membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan semata-mata mengharap ridha Allah.
Rangkaian penutupan kegiatan diawali dengan khotaman Al-Qur’an yang diikuti para peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak penyelenggara dan para pembina program. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para santri, dewan guru, serta para pengasuh.
