Mataram, Selasa (10/3/2026) – Kampoeng Kuliner Ramadhan Season 2 yang digelar di Teras Udayana, Mataram, berhasil mencatat perputaran uang fantastis mencapai sekitar Rp780 juta. Angka ini terhimpun selama tiga pekan pelaksanaan kegiatan yang difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, pada Senin (9/3/2026), menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan indikasi tren positif terhadap geliat ekonomi lokal. “Angka itu dinilai cukup tinggi untuk skala pasar takjil musiman yang difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah,” ujar Cahya.
Perputaran Uang Fantastis dari UMKM
Perputaran uang sebesar Rp780 juta ini merupakan hasil evaluasi dari 40 tenan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berpartisipasi. Setiap tenan dilaporkan mampu meraih omzet rata-rata antara Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta per hari.
Meskipun sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem di awal Ramadhan, Cahya Samudra memastikan bahwa konsistensi kunjungan mulai stabil seiring membaiknya kondisi cuaca dalam sepekan terakhir. “Alhamdulillah, hampir tiap malam ada kegiatan hiburan dan tingkat kunjungan cukup tinggi dengan rata-rata kunjungan hingga 1.500 orang,” tambahnya.
Dengan partisipasi 40 pelaku UMKM selama 13 hari pelaksanaan aktif hingga berakhir pada 8 Maret 2026, total perputaran uang di lokasi tersebut memang mencapai angka Rp780 juta.
Tantangan dan Strategi di Tengah Persaingan
Dispar Kota Mataram tidak menampik adanya keluhan dari sejumlah pedagang yang merasa suasana tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini, menurut Cahya, disebabkan oleh semakin banyaknya pilihan lokasi bagi masyarakat untuk berburu takjil di Kota Mataram.
Beberapa lokasi alternatif yang juga ramai pengunjung antara lain eks Bandara Selaparang, Lapangan Pagutan Permai, serta sepanjang Jalan Majapahit. “Masyarakat sekarang punya banyak pilihan untuk berburu takjil,” jelas Cahya.
Meski demikian, Kampoeng Kuliner Ramadhan dinilai tetap mampu menarik kunjungan masyarakat. Strategi yang diterapkan meliputi penyediaan aneka takjil dan paket kuliner Nusantara yang lengkap, serta suasana yang nyaman bagi pengunjung.
Dukungan kegiatan seperti talkshow, hiburan musik religi setiap malam, lomba mewarnai anak-anak bertema Islami, lomba azan subuh, hingga ajang pencarian bakat Kampoeng Idol dan fashion show, turut menjadi daya tarik. “Strategi itu terbukti efektif menarik minat masyarakat berkunjung, terutama pada akhir pekan. Kami juga menyiapkan meja dan kursi untuk pengunjung yang ingin berbuka puasa di Kampoeng Kuliner Ramadhan,” tutup Cahya Samudra.
