Aktor sekaligus presenter Dery Syaputra Raeger secara terbuka menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran gaji bagi kru dan pemain di bawah naungan MNC Group. Keluhan ini disuarakan melalui unggahan media sosial pribadinya pada Maret 2026, yang secara spesifik menandai akun milik petinggi perusahaan media tersebut, Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo.

Keresahan ini muncul ke permukaan setelah Dery mengunggah beberapa pernyataan tertulis, meminta perhatian dari pemilik perusahaan agar segera melunasi kewajiban finansial kepada para pekerja kreatif. Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama, memicu reaksi negatif dari berbagai kalangan di media sosial, terutama para pekerja di industri hiburan.

Dery menekankan bahwa banyak pihak merasa dirugikan akibat ketidakpastian pembayaran honor yang menjadi hak utama para kru film dan talenta pendukung. Ia bahkan secara langsung menagih melalui unggahannya.

“Izin pak @hary.tanoesoedibjo ibu @liliana_tanoesoedibjo, monggo di baca, kasian yg mau lebaran, soalnya kalau imlek udah lewat kan, semoga menyentuh hati kalian, apa yg saya post keluhan banyak orang, keluhan semua crew pemain dll,” tulis Dery.

Dery juga menambahkan peringatan keras mengenai dampak penundaan pembayaran ini terhadap kehidupan pribadi para pekerja yang sangat bergantung pada honor tersebut.

“Ga semua orang keuangan nya kaya keluarga kalian, kasian yg udah bertahun tahun ga kalian bayarkan, berbulan bulan, kalian mikir ga sih, kalau ada manager, talent and crew kaya gini, pasti langsung mau kalian blacklist dari ph kalian,” lanjutnya.

Pihak yang menjadi sorotan utama dalam masalah ini adalah MNC Pictures dan induk perusahaannya, yang dikenal sebagai salah satu raksasa media di Indonesia. Para netizen menyoroti kontradiksi antara gaya hidup mewah para pemilik dengan kondisi kesejahteraan karyawan di lapangan yang dikabarkan tidak baik.

Berdasarkan komentar dari pengguna media sosial, isu keterlambatan pembayaran ini ternyata juga menimpa kru dari sinetron populer seperti Ikatan Cinta. Beberapa pihak menyebutkan telah menagih hak tersebut namun belum mendapatkan kepastian jelas dari manajemen terkait pelunasan dana.

Dery Syaputra menyatakan bahwa dirinya pribadi sebenarnya hanya memiliki sisa pembayaran sedikit, namun ia merasa harus bersuara demi rekan-rekan sejawatnya. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral karena tumbuh besar di lingkungan industri hiburan dan sangat memahami perjuangan orang-orang yang bekerja di balik layar.

Masalah ini memancing beragam komentar dari netizen yang merasa geram dengan perlakuan perusahaan terhadap hak asasi karyawannya. Banyak yang menilai bahwa gaya hidup mewah yang sering dipamerkan di media sosial tidak sejalan dengan pemenuhan kewajiban finansial yang seharusnya menjadi prioritas utama manajemen.

“Wah gila2 nya itu keluarga konglomerat. Pantas kehidupan di sosial media Hedon gak taunya hidup karyawan2 nya gak sejahtera. Parahh,” ujar akun @muh*******.

Kekecewaan netizen juga menyoroti bagaimana integritas tokoh besar yang selama ini dianggap inspiratif oleh masyarakat luas kini mulai dipertanyakan. Publik merasa dikhianati oleh citra positif yang dibangun namun tidak tercermin dalam cara perusahaan menghargai keringat para pekerja.

“Big money never comes clean itu nyata adanya yaa. Si anak singkong yg dulu inspiratif ternyata juga ga jauh beda,” tulis akun @proe******er27.

Isu ini juga diperkuat oleh pengakuan mantan pekerja atau orang yang memiliki kaitan langsung dengan grup konglomerasi tersebut di kolom komentar. Kesaksian-kesaksian baru terus bermunculan seiring dengan viralnya unggahan Dery Syaputra yang seakan membuka kotak pandora mengenai masalah internal yang selama ini tertutup rapat.

“Grup konglomerasi ter-HADEH #pengalamanpribadi,” ungkap akun @keni****.

Hingga artikel ini disusun pada Sabtu, 07 Maret 2026, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak manajemen MNC Group terkait tuduhan keterlambatan pembayaran tersebut.

Sumber Gambar: https://kilatnews.co/viral-unggahan-dery-syaputra-sentil-hary-tanoe-tuntut-hak-karyawan-segera-dilunasi/