Sebanyak 151 calon haji asal Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mengikuti kegiatan manasik haji. Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai tata cara ibadah haji, demi meraih haji yang mabrur.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumbawa Barat, Ardi Suzami, menjelaskan bahwa kegiatan manasik ini diikuti oleh seluruh calon haji yang akan berangkat pada tahun 2026. “Kegiatan ini diikuti oleh 151 calon haji yang melaksanakan ibadah haji di 2026,” ujar Ardi Suzami di Sumbawa Barat, Senin.
Dari total peserta tersebut, 144 orang merupakan calon haji dengan kuota utama, sementara tujuh lainnya adalah cadangan. Rangkaian manasik haji dijadwalkan berlangsung pada 10, 11, 12, dan 14 Februari 2026 untuk tingkat kecamatan. Sementara itu, manasik tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada 10 Februari 2026.
Profil Calon Haji: Tertua dan Termuda
Dalam daftar calon haji tahun ini, Lawiyah, 88 tahun, dari Kecamatan Jereweh tercatat sebagai jamaah tertua. Sementara itu, Abdul Wahid, 32 tahun, dari Kecamatan Taliwang menjadi calon haji termuda.
Bupati Tekankan Kesiapan Fisik dan Kepatuhan
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, turut hadir dan memberikan arahan kepada para calon haji. Ia mengingatkan bahwa sekitar 60 persen dari seluruh rangkaian ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang membutuhkan stamina prima. Oleh karena itu, jamaah diminta mempersiapkan kesehatan secara serius.
Amar Nurmansyah juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi petugas haji yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. “Kuatkan niat kita bahwa ini kita menjalankan ibadah,” tegasnya di hadapan para jamaah yang telah menanti keberangkatan selama kurang lebih 13 tahun.
Selain itu, Bupati meminta jamaah untuk bersikap kooperatif dan jujur mengenai kondisi kesehatan masing-masing, terutama jika memiliki riwayat penyakit bawaan. Ia menegaskan, jamaah yang mengalami gejala sakit harus segera melapor kepada pihak Kementerian Agama untuk dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan agar mendapatkan pemantauan intensif.
“Hal ini dinilai penting guna mempersiapkan fisik jamaah dalam menghadapi tes kelayakan kesehatan (istiqoah) sebagai syarat mutlak keberangkatan menuju Tanah Suci,” jelas Amar Nurmansyah.
Terakhir, Bupati juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga nama baik daerah dengan menjaga perilaku selama berada di Tanah Suci. “Kami berharapan agar para jamaah mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Sumbawa Barat, untuk lebih maju dan berkembang,” pungkasnya.
