Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram yang biasanya menjadi pusat rapat dan diskusi kebijakan, pada malam Ramadhan ini berubah menjadi ruang ibadah yang khusyuk. Ratusan guru, kepala sekolah, dan pegawai pendidikan berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah, sebuah kegiatan yang memperkokoh kebersamaan di lingkungan keluarga besar pendidikan Kota Mataram.

Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan saf yang tersusun rapi, Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah pribadi, tetapi juga ruang untuk membangun ukhuwah islamiah di lingkungan pendidikan. Para guru yang sehari-hari sibuk mengajar kini bersatu dalam suasana kekeluargaan.

Kegiatan tarawih bersama ini menjadi istimewa karena seluruh petugas, mulai dari imam sholat hingga pengisi ceramah singkat, diisi langsung oleh para guru Kota Mataram.

M Yusuf, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, menyampaikan bahwa kegiatan tarawih bersama ini memiliki makna yang sangat penting. Menurutnya, ini bukan sekadar ibadah rutin, melainkan sarana mempererat hubungan batin di antara para guru dan tenaga kependidikan.

Ia menegaskan, iklim pendidikan yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem dan kurikulum, tetapi juga oleh kebersamaan, keteladanan, dan nilai-nilai spiritual yang hidup di antara para pendidik. “Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga teladan dalam kehidupan. Ketika guru menjaga kebersamaan, integritas, dan nilai-nilai agama, maka itu akan menjadi pelajaran hidup bagi anak-anak kita,” ujar M Yusuf di sela agenda tarawih pada Rabu (4/3/2026).

M Yusuf juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Mataram kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa. Ia berharap bulan suci Ramadhan diisi dengan kegiatan yang membawa kebaikan dan kedamaian.

Ia mengingatkan agar anak-anak tidak mengisi malam Ramadhan dengan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti bermain petasan, perang sarung, ataupun bentuk kegiatan lain yang dapat menimbulkan keributan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, bulan Ramadhan hendaknya diisi dengan kegiatan yang memperindah jiwa dan memperkuat keimanan.

Anak-anak diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tadarus Al-Qur’an di masjid dan mushola, mengikuti kegiatan keagamaan, serta membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi bekal bagi kehidupan di masa depan. “Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Di bulan ini kita ingin anak-anak kita belajar tentang kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan. Mari kita isi malam-malam Ramadhan dengan cahaya Al-Qur’an, bukan dengan suara petasan,” pesannya, yang ia sampaikan agar para guru turut menyampaikannya kepada siswa dan masyarakat.

Kegiatan tarawih bersama ini menjadi simbol bahwa dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang pembentukan karakter, integritas, dan akhlak mulia. Ketika para guru berkumpul dalam ibadah, lahirlah kekuatan moral yang kelak akan ditransmisikan kepada anak didik.

Kegiatan Ramadhan di Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram malam itu menyalakan harapan, bahwa dari kebersamaan para guru, akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai kedamaian. “Karena sejatinya, pendidikan tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari keteladanan yang hidup dalam keseharian para pendidiknya,” tutup M Yusuf.

sumber gambar: kicknews.today