Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mendesak penguatan standar pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan. Dorongan ini bertujuan untuk memastikan kualitas asupan gizi siswa tetap terjaga, menyusul adanya laporan keluhan dari sejumlah daerah.
Ramadhan Bukan Alasan Turunkan Kualitas
Neng Eem menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak, bukan sebaliknya. “Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak,” ujar Neng Eem di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, laporan mengenai variasi dan komposisi menu MBG yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi seimbang telah diterima dari berbagai wilayah.
Keluhan Menu MBG di Berbagai Daerah
Beberapa laporan yang muncul antara lain dari Kabupaten Kudus dan Lumajang. Di Kudus, orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk. Sementara itu, di Lumajang, siswa dilaporkan menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah.
Pentingnya Konsistensi dan Pengawasan
Menanggapi hal tersebut, Neng Eem menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan pedoman anggaran dan standar kalori nasional oleh seluruh pelaksana di lapangan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan sangat krusial untuk memperkuat kualitas program.
“Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus ada pembinaan hingga sanksi administratif bagi SPPG. Jangan sampai keluhan masyarakat dianggap angin lalu,” tegasnya.
Neng Eem juga mengusulkan adanya standar khusus menu Ramadhan. Standar ini diharapkan dapat mengatur daya tahan makanan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa, komposisi gizi yang seimbang, hingga transparansi nilai paket di setiap daerah.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang berpuasa tetap membutuhkan asupan bergizi untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar. Oleh karena itu, setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar terwujud dalam bentuk nutrisi berkualitas di piring siswa.
Neng Eem berharap penguatan standar dan koordinasi lintas pihak dapat memastikan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak, khususnya selama bulan Ramadhan.
sumber gambar: gesit.id 