Sebuah video yang merekam aksi pemukulan terhadap seorang peserta lari di Kota Yogyakarta viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di dekat meja tempat pelari mengambil air minum (water station) di Jalan Mataram pada Minggu (3/5) pagi.

Peristiwa bermula saat seorang pria yang tengah emosi mendatangi jalur pelari. Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, pria tersebut diduga baru saja terlibat cekcok dengan pasangannya. Situasi memanas ketika salah seorang pelari yang melintas meneriakkan kata-kata yang menyinggung kejadian tersebut. Pria tersebut kemudian melempar helm ke arah tenda water station dan melayangkan pukulan yang mengenai salah satu peserta lari yang sedang melintas.

Petugas kepolisian lalu lintas dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang berada di lokasi segera bertindak untuk mengendalikan keadaan hingga pria tersebut meninggalkan tempat kejadian.

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengonfirmasi bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Mataram. Korban diketahui berinisial YG, 21 tahun, salah satu peserta ajang lari One Run Jogja 10K.

“Kami telah menerima aduan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan itu,” ungkap Dani, Senin (4/5).

Menurut keterangan polisi, YG dipukul secara tiba-tiba oleh pelaku saat sedang berhenti untuk mengambil air minum. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami rasa sakit dan nyeri di bagian kepala, leher, serta pundak.

“YG sempat mendatangi tim medis untuk mendapatkan kompres. Selanjutnya, korban tetap menunjukkan sportivitas dengan melanjutkan lomba lari sampai selesai,” imbuh Dani.

Menindaklanjuti aduan korban, Satreskrim Polresta Yogyakarta saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Meski proses hukum berjalan, identitas pelaku terungkap melalui unggahan di media sosial resmi Polresta Yogyakarta.

Pelaku yang diketahui bernama Edo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban, seluruh peserta One Run Jogja 10K, serta masyarakat Yogyakarta atas kegaduhan yang ditimbulkannya. “Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada korban, para pelari Jogja 10K, dan masyarakat Yogyakarta. Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang saya lakukan,” ungkap Edo dalam pernyataan resminya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum, terutama saat berlangsungnya kegiatan olahraga atau acara publik yang melibatkan banyak massa di wilayah Yogyakarta.