Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan pentingnya penyelarasan program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten. Langkah ini krusial guna memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran, khususnya dalam percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat rapat kerja Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di Parigi Moutong, Jumat (27/2/2026). Ia menekankan bahwa isu kemiskinan dan stunting harus menjadi prioritas utama yang ditangani secara bersama-sama.

“Penurunan angka kemiskinan dan stunting harus menjadi prioritas bersama. Program harus tepat sasaran, berbasis data, dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan,” kata Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu.

Rapat kerja ini disebutnya sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara kedua tingkatan pemerintahan. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta menguatkan program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Gubernur juga menyoroti bahwa persoalan kemiskinan dan stunting saling berkaitan dan memerlukan penanganan komprehensif. “Intervensi yang dilakukan tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penguatan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Angka Kemiskinan di Sulawesi Tengah Menurun

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya penurunan persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah. Pada September 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 10,52 persen, menurun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2025 adalah 345,38 ribu orang, berkurang 10,8 ribu orang dari kondisi Maret 2025. Penurunan ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun perdesaan.

  • Di daerah perkotaan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 6,40 persen, turun dari 6,98 persen pada Maret 2025.
  • Sementara itu, di daerah perdesaan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 12,66 persen, juga menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 12,93 persen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulteng dalam pembangunan di wilayahnya. Ia menegaskan fokus utama pemerintah daerahnya adalah pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

“Pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting menjadi fokus utama pemerintah daerah,” ujar Erwin Burase.

Ia berharap, melalui rapat kerja ini, dukungan program dan kebijakan dari pemerintah provinsi dapat semakin mempercepat capaian penurunan kemiskinan dan stunting di Parigi Moutong.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Anwar Hafid bersama jajaran pemerintah daerah secara simbolis menyerahkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban kebutuhan pokok, sekaligus bagian dari upaya perlindungan sosial bagi keluarga kurang mampu dan rentan.