Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi ini diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung hingga Selasa, 31 Maret 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung akibat kondisi cuaca ekstrem ini,” ujarnya pada Minggu (29/3).

Wilayah Siaga dan Waspada

Yoga merinci, pada Senin (30/3), sejumlah daerah dengan status siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Kendal, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Surakarta, dan Karanganyar.

Sementara itu, wilayah dengan status waspada yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Blora, dan Salatiga. “Untuk wilayah-wilayah tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir,” kata Yoga.

Kemudian pada Selasa (31/3), BMKG mencatat wilayah dengan status siaga meliputi Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Adapun daerah dengan status waspada mencakup Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, dan Blora.

BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal. Kondisi ini berpeluang meluas ke daerah lain apabila didukung oleh dinamika atmosfer yang masih aktif.

Dampak dan Imbauan Kesiapsiagaan

Yoga Sambodo menambahkan, cuaca ekstrem ini dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi dan aktivitas masyarakat. “Jarak pandang bisa menurun saat hujan lebat, sehingga pengguna jalan perlu lebih berhati-hati,” jelasnya.

Selain itu, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem. Dampak tersebut mencakup banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, sehingga masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi BMKG. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi risiko,” tambahnya.