Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya untuk terus membenahi Kota Bandung, khususnya pada sektor kebersihan dan infrastruktur. Upaya ini diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) guna mempercepat penanganan di lapangan.
Farhan menjelaskan, evaluasi lapangan menunjukkan masih ada ruang penguatan, terutama pada aspek operasional kebersihan. Koordinasi dengan Pemprov Jabar, menurutnya, membuka peluang dukungan tambahan untuk mempercepat penanganan masalah tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan,” ucap Farhan di Teras Sunda Cibiru Kota Bandung, Sabtu (25/4).
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar berkomitmen untuk menangani penyapuan di seluruh jalan provinsi yang melintasi Kota Bandung. Farhan juga telah menginstruksikan jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk turun langsung setiap Minggu pagi guna memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan.
“Sejak 19 April, setiap Minggu pukul 04.00–07.00 kami turun ke lapangan untuk mengetahui langsung titik mana yang harus diselesaikan. Minggu lalu kami mencoba di 46 titik, namun saya belum puas. Minggu ini kami targetkan 181 titik,” jelasnya.
Upaya pembenahan kebersihan ini akan diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel pasukan sapu dari Pemprov Jabar. Farhan berharap penambahan ini mampu meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.
“Sore ini saya akan rapat koordinasi. Semua harus berjalan. Dengan tambahan 130 personel dari pemerintah provinsi, penanganan diharapkan lebih efektif,” tuturnya.
Selain kebersihan, Farhan juga menegaskan pembenahan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap. Prioritas awal difokuskan pada perbaikan jalan, dilanjutkan dengan trotoar, serta penataan galian utilitas agar lebih aman dan tertata.
“Perbaikan dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,” ungkapnya.
Menurut Farhan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kelancaran kendaraan bermotor, tetapi juga dari keamanan dan kenyamanan pejalan kaki serta pesepeda. “Kalau pejalan kaki dan pesepeda sudah aman, itu pencapaian tertinggi,” tandasnya.
Terkait hubungan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Farhan memastikan koordinasi berjalan baik. Ia menilai perbedaan gaya komunikasi bukan menjadi hambatan selama kerja sama tetap terjalin. “Yang terpenting, kita bisa terus bekerja sama,” sambungnya.
