Wardatina Mawa memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Rabu, 4 Maret 2026. Kedatangannya didampingi tim kuasa hukum untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus illegal access yang dilaporkan oleh Inara Rusli.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung, penyidik melontarkan total 27 pertanyaan kepada Mawa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfokus pada akses rekaman CCTV yang menjadi inti permasalahan. Mawa sendiri bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan.
Mawa Bantah Akses Ilegal CCTV
Kuasa hukum Mawa, Fedhli Faisal, dengan tegas membantah tuduhan bahwa kliennya telah melakukan akses ilegal atau mengambil data rekaman CCTV milik Inara Rusli. Ia menegaskan bahwa Mawa tidak pernah memiliki akses langsung maupun menyuruh pihak lain untuk melakukannya.
“Pada prinsipnya begini, ini kan terkait dugaan illegal access, dan kami sampaikan bahwa Mawa tidak pernah memiliki akses CCTV, Mawa tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengakses CCTV, dan Mawa juga tidak pernah mengambil akses CCTV tersebut,” ujar Fedhli Faisal.
Fedhli menambahkan bahwa Mawa hanya mendapatkan informasi dari pihak ketiga. “Mawa ini hanya mendapatkan informasi dari orang lain terhadap adanya bukti di dalam CCTV tersebut, gitu. Jadi kami tegaskan bahwa tidak ada kaitannya Mawa dalam illegal access perkara ini,” lanjutnya, menekankan bahwa Mawa tidak terlibat dalam dugaan akses ilegal tersebut.
Trauma Kembali Terbuka, Mawa: “Sangat Menjijikkan!”
Suasana pemeriksaan berubah emosional ketika Mawa kembali diperlihatkan bukti-bukti dugaan perzinaan antara suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli. Momen tersebut memicu trauma lama yang belum sepenuhnya sembuh, menghadirkan luka batin yang mendalam bagi Mawa.
“Saya melapor kasus perzinaan, apalagi saya tadi baru melihat ya, melihat lagi, saya ke-trigger lagi dengan semua-semua yang kalian lakukan, perzinahannya sangat menjijikkan yang saya lihat, ya,” kata Mawa dengan nada emosional.
Mawa menegaskan bahwa ia tidak akan membagikan rekaman tersebut kepada siapapun. “Saya sendiri yang melihat. Dan nggak bakalan saya share ke siapapun. Cukup saya aja yang sakit, cukup saya aja yang hancur. Jangan anak saya yang tahu juga. Jadi tolong, tolong akui kesalahan kalian,” pintanya, menyayangkan sikap pihak lawan yang dinilai terus menyangkal fakta tersebut.
Ia juga menegaskan tidak akan mencabut laporan pidana perzinaan yang telah diajukannya. “Maaf ya, saya selama ini udah sabar, tapi saya nggak suka dijelek-jelekkan, diperolok-olok saya. Saya manusia biasa, kalau kalian mau minta maaf, oke silakan minta maaf, ya. Tapi tolong jangan jelek-jelekkan saya terus, ya,” jelas Mawa.
Mawa menyatakan bahwa ia memiliki harga diri dan hak untuk melepaskan diri dari situasi tersebut. “Saya punya harga diri, saya punya hak. Saya punya hak untuk melepaskan semuanya dan saya tidak mau sama lelaki pengkhianat. Ya, mohon maaf ya saya bilang ya, dan saya tidak mau melanjutkannya lagi,” tegasnya.
Kini, Wardatina Mawa memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia berharap kebenaran dapat terungkap secara transparan di persidangan nanti.
sumber gambar: kilatnews.co 