Bupati Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Rizal Intjenae, menyatakan seluruh program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto telah berjalan optimal di daerahnya. Pernyataan ini disampaikan Rizal saat dikonfirmasi di Sigi pada Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Rizal, berbagai inisiatif di bawah payung Asta Cita telah terealisasi secara maksimal selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.

Realisasi Program Nasional di Sigi

Rizal merinci sejumlah program nasional yang telah berjalan di Kabupaten Sigi. “Terdapat sejumlah program nasional di Sigi sudah berjalan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, cetak sawah baru, Posyandu 6 SPM, dan kebersihan lingkungan dari sampah,” ujarnya.

Dukungan Terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program Asta Cita, sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah beroperasi di Kabupaten Sigi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri telah menjangkau puluhan ribu siswa.

“Distribusi MBG setiap harinya di Sigi untuk 36.732 siswa dengan jumlah 143 sekolah,” kata Rizal, menegaskan cakupan program tersebut.

Layanan Cek Kesehatan dan Posyandu

Selain MBG, program cek kesehatan gratis juga telah melayani 53.888 masyarakat. Dari jumlah tersebut, 20.261 orang dilayani di puskesmas, sementara 33.627 lainnya mendapatkan layanan di sekolah-sekolah.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga mengoptimalkan peran Posyandu. “Alhamdulillah 16 kecamatan di Sigi sudah meluncurkan dan menerapkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga penting peran kader posyandu,” sebut Rizal.

Fokus Kebersihan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah

Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah daerah mengimplementasikan program Pakagali Pakagaya Ngata. Program ini melibatkan seluruh lintas sektor dalam kegiatan bersih-bersih setiap hari Jumat.

“Pakagali Pakagaya Ngata ini program bersih-bersih setiap Jumat, dan untuk satu tahun terakhir jumlah sampah yang dikelola sebanyak 12.581,65 ton serta ada 2.784.09 ton sampah yang diolah kembali menjadi bahan baku pakan ternak, pupuk kompos dan produk daur ulang,” jelas Rizal, menunjukkan hasil konkret dari program tersebut.