Sebanyak 727 tatung dipastikan akan memeriahkan Festival Cap Go Meh Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan budaya ini menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan di kota berjuluk Toleransi tersebut.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, mengungkapkan antusiasme tinggi dari para peserta. “Jumlah peserta tatung tahun ini sebanyak 727 orang, meliputi tatung dengan tandu 523 peserta, tanpa tandu 108 peserta, miniatur 75 peserta, jelangkung 15 peserta, naga tiga peserta, barongsai dua peserta dan satu rombongan jalan kaki,” kata Bun Cin Thong di Singkawang, Minggu (1/3). Tingginya partisipasi ini, menurut Bun Cin Thong, menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang telah menjadi identitas Kota Singkawang.

Pemerintah Kota Singkawang juga telah menyebarkan 736 undangan kepada sejumlah pejabat dan tokoh nasional untuk menghadiri festival yang telah dikenal luas di tingkat nasional ini. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengonfirmasi, “Dari jumlah undangan yang kami kirimkan, sebanyak 102 undangan sudah mengonfirmasi kehadiran.”

Beberapa pejabat yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif. Selain itu, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI juga masuk dalam daftar undangan. Festival ini juga dijadwalkan akan dihadiri pejabat luar negeri, termasuk Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, serta tokoh nasional seperti Oesman Sapta Odang.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang lahir dari tradisi dan tumbuh dalam keberagaman masyarakat. “Festival Cap Go Meh adalah simbol harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Pada momen inilah dunia dapat melihat bagaimana masyarakat Singkawang hidup berdampingan dalam suasana damai, saling menghormati dan saling mendukung,” ujar Tjhai Chui Mie.

Ia menambahkan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadhan. Pemerintah daerah setempat bersama Panitia Imlek dan Cap Go Meh serta Panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias dan menyemarakkan kota secara bersama-sama. Menurut Tjhai Chui Mie, peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan dapat terus terjaga di tengah keberagaman. “Inilah yang bisa kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah, membanggakan dan membahagiakan,” katanya.

Pemerintah Kota Singkawang juga terus mendorong penguatan promosi agar jangkauan publikasi semakin luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Dengan promosi yang lebih luas, Festival Cap Go Meh diharapkan menjadi agenda tahunan yang paling dinantikan serta semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota tujuan wisata budaya,” pungkasnya.

sumber gambar: gesit.id