Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melaporkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Total 17.599 kasus tercatat, menunjukkan penyakit tidak menular (PTM) tetap menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di kota industri tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa data tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan Batam menghadapi beban ganda penyakit, baik menular maupun tidak menular yang dipicu oleh pola hidup.
“Kalau kita lihat dari data Januari sampai Maret, hipertensi masih konsisten menjadi penyakit nomor satu. Ini menunjukkan penyakit tidak menular akibat pola hidup masih menjadi tantangan besar,” ujar Didi di Batam, Sabtu (2/5/2026).
Hipertensi Mendominasi dengan Tren Menurun
Meskipun menunjukkan tren penurunan jumlah kasus setiap bulannya, posisi hipertensi tidak tergoyahkan dari peringkat pertama. Berikut rincian kasus hipertensi yang dicatat Dinkes Batam selama Kuartal I 2026:
| Bulan (2026) | Jumlah Kasus Hipertensi |
|---|---|
| Januari | 6.490 Kasus |
| Februari | 5.854 Kasus |
| Maret | 5.255 Kasus |
Secara total, sebanyak 17.599 kasus hipertensi ditangani selama tiga bulan pertama tahun ini.
ISPA dan Gangguan Pencernaan Juga Tinggi
Selain hipertensi, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan common cold (flu biasa) menempati urutan berikutnya. Jika digabungkan, jumlah kasus infeksi pernapasan ini mencapai 7.500 pada Januari, 5.700 pada Februari, dan 4.700 pada Maret.
Didi menjelaskan, tingginya kasus ISPA sangat erat kaitannya dengan perubahan cuaca atau musim pancaroba serta daya tahan tubuh masyarakat yang fluktuatif.
Di sisi lain, gangguan pencernaan seperti dispepsia juga tercatat tinggi dengan rata-rata di atas 2.500 kasus per bulan.
“Tingginya angka dispepsia berkaitan erat dengan pola makan masyarakat yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas, kopi berlebihan, hingga tingkat stres yang tinggi di lingkungan urban,” tambahnya.
Dinkes Batam Imbau Penerapan Pola Hidup Sehat
Menanggapi data tersebut, Dinkes Batam terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk kasus hipertensi dan diabetes mellitus, masyarakat diminta rutin melakukan pengecekan tekanan darah dan gula darah secara berkala di puskesmas atau layanan kesehatan primer lainnya.
“Masyarakat perlu menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan yang terpenting adalah melakukan deteksi dini agar kondisi kesehatan tetap terkontrol,” tutup Didi.
