Bandung, Kilatnews.co – Maskapai penerbangan Wings Air resmi menghentikan layanan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Keputusan ini diambil hanya dua bulan setelah rute tersebut mulai beroperasi pada 31 Maret 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan keprihatinannya atas penutupan rute ini. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak dapat melakukan intervensi karena kebijakan rute sepenuhnya merupakan ranah bisnis maskapai.
“Pemkot tentu prihatin. Namun, maskapai sebagai pihak swasta memiliki perhitungan bisnis masing-masing. Memang diakui saat ini minat masyarakat terhadap penerbangan baling-baling untuk jarak dekat cenderung menurun,” ujar Farhan, Jumat (03/04/2026).
Dampak Infrastruktur Darat dan Pergeseran Minat Penumpang
Farhan menjelaskan, penurunan minat terhadap penerbangan jarak pendek ini dipicu oleh pesatnya perkembangan infrastruktur transportasi darat. Jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang semakin masif telah mempermudah mobilitas antarkota, sehingga menggerus okupansi penerbangan rute pendek seperti ke Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Berdasarkan data Pemkot Bandung, permintaan penerbangan justru tetap tinggi untuk rute luar Pulau Jawa. Destinasi seperti Bali, Balikpapan, Palembang, Makassar, hingga Medan masih menjadi favorit. Sementara itu, untuk rute domestik di Pulau Jawa, hanya Surabaya yang menunjukkan konsistensi permintaan tinggi.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bandara Husein Sastranegara. Untuk melayani rute jarak jauh yang diminati, dibutuhkan pesawat berbadan besar (narrow body/wide body). Namun, operasional pesawat jenis ini masih terkendala regulasi dari Kementerian Perhubungan di bandara tersebut.
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini berada di angka 5,29 persen. Angka ini dinilai belum pulih sepenuhnya ke level pra-pandemi, sehingga konektivitas transportasi menjadi krusial untuk percepatan pemulihan ekonomi kota.
Pemkot Bandung Optimalkan Whoosh untuk Kompensasi
Menyikapi dinamika di sektor penerbangan, Pemkot Bandung kini mengalihkan fokus untuk mengoptimalkan keberadaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Data statistik menunjukkan kontribusi Whoosh terhadap tingkat kunjungan ke Kota Bandung sangat signifikan.
Farhan membandingkan potensi penumpang antara bandara dan kereta cepat. “Dulu kita bisa mendatangkan 3,8 juta orang per tahun melalui Bandara Husein. Sekarang, melalui Whoosh, kita harapkan bisa mengangkut sekitar 20 ribu orang per hari. Jika dikalkulasi dalam 300 hari, potensinya mencapai 6 juta penumpang per tahun,” paparnya.
Untuk mengejar target 3,6 juta penumpang setahun sebagai kompensasi hilangnya potensi dari sektor penerbangan, Pemkot Bandung tengah menyiapkan berbagai program promosi bersama (joint promotion) dengan PT KAI.
“Joint promotion ini beragam, mulai dari paket bundling untuk rombongan penumpang Whoosh yang akan mendapatkan fasilitas gratis tertentu di Kota Bandung, penyelenggaraan event, hingga promosi visual yang masif,” pungkas Farhan.
