MANADO, KILATNEWS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku aktivitas maritim, untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya. Peringatan ini berlaku hingga hari ini, Senin, 30 Maret 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, menjelaskan bahwa peringatan dini tersebut telah dikeluarkan sejak Sabtu lalu. “BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 30 Maret 2026,” kata Ricky D Aror di Manado, Sabtu.
Menurut Ricky, secara umum, angin dominan bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan rata-rata antara enam hingga 15 knot. Namun, kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Laut Maluku. Peningkatan kecepatan angin di wilayah-wilayah tersebut dapat memicu peningkatan tinggi gelombang.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di beberapa lokasi. Area yang perlu diwaspadai meliputi perairan timur Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan timur Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan timur Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Laut Maluku.
Mengingat potensi risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, BMKG mengimbau berbagai jenis kapal untuk meningkatkan kewaspadaan:
- Perahu nelayan diimbau untuk memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
- Kapal tongkang diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
- Kapal feri juga harus memperhatikan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Masyarakat di pesisir dan mereka yang beraktivitas di laut diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
