Universitas Diponegoro (Undip) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia setelah berhasil memboyong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/12).
Dalam kompetisi ketat di Kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Undip meraih Gold Winner untuk Subkategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Internasional Terbaik. Selain itu, Undip juga membawa pulang Bronze Winner untuk Subkategori Laman (Website) Terbaik.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret dari visi Undip yang berorientasi pada dampak. “Penghargaan Gold Winner ini membuktikan pengakuan kementerian terhadap kekuatan kerja sama internasional kami,” ujar Wijayanto pada Sabtu (20/12).
Ia menambahkan, “Salah satu contoh strategisnya adalah proyek mesin desalinasi hasil kolaborasi dengan mitra dari Australia, serta berbagai sinergi lintas lembaga di tingkat regional maupun nasional.” Kolaborasi yang dijalin tidak hanya terbatas pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga merambah ke riset terapan yang memberikan solusi nyata.
Tidak hanya di kancah internasional, Undip juga diakui keunggulannya dalam manajemen informasi digital. Raihan Bronze Winner pada subkategori Laman menunjukkan konsistensi website resmi Undip dalam menyajikan informasi yang transparan, informatif, dan mudah diakses publik.
Wijayanto menegaskan, “Capaian pada kategori laman menunjukkan kualitas komunikasi publik Undip berhasil menembus tiga besar nasional. Ini menegaskan komitmen kami bahwa Undip harus terus bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.”
Anugerah Diktisaintek 2025 sendiri merupakan ajang apresiasi tahunan bagi perguruan tinggi yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mendukung agenda “Diktisaintek Berdampak”.
Bagi Undip, keberhasilan memboyong dua piala sekaligus ini menjadi refleksi atas kerja keras seluruh civitas academica. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus memperluas kolaborasi global dan memperkuat tata kelola kelembagaan menuju universitas berkelas dunia (World Class University).
