Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program Bug Bounty 2026 pada Rabu (8/4/2026) di Jakarta Pusat. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional.

Melalui program ini, Pusdatin Kemendikdasmen mendorong insan pendidikan untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari solusi atas tantangan keamanan informasi yang terus berkembang.

Ruang Aman Eksplorasi Keamanan Siber

Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa Program Bug Bounty 2026 dirancang sebagai ruang aman atau sandbox. Ruang ini memungkinkan peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa memberikan dampak negatif terhadap layanan Kemendikdasmen.

“Program ini dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Wibowo di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Jadwal dan Mekanisme Penilaian

Pendaftaran peserta dibuka mulai 6 hingga 30 April 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui platform Aman Bersama di laman resmi https://amanbersama.kemendikdasmen.go.id. Tahap pengujian akan dilanjutkan pada 1 hingga 22 Mei 2026.

Proses penilaian akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup aspek teknis dengan bobot 70 persen, yang mengacu pada standar CVSS v3.1, serta aspek pelaporan dengan bobot 30 persen.

Pada tahap kedua, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti sesi wawancara. Komposisi penilaian pada tahap ini meliputi teknik pengujian (60 persen), komunikasi (20 persen), dan orisinalitas (20 persen). Rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan Anugerah Bug Bounty 2026 yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.

Hadapi Ancaman Siber yang Kompleks

Wibowo Mukti turut mengajak seluruh insan pendidikan yang memiliki minat di bidang keamanan siber untuk berpartisipasi aktif dalam ajang Bug Bounty 2026. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Lebih lanjut, Wibowo menyoroti peningkatan signifikan serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial (KA) sepanjang tahun 2025. Kondisi ini menjadi latar belakang urgensi program Bug Bounty.

Para pemenang program ini nantinya akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan untuk bergabung dalam komunitas Manggala Edu.