Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid, mengumumkan bahwa pembangunan gedung baru Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu telah memasuki tahap perencanaan. Realisasi pembangunan fisik gedung tersebut ditargetkan dimulai pada tahun 2026.
Hadianto menjelaskan, lokasi pembangunan gedung baru tetap berada di kawasan Vatulemo, yang merupakan lokasi gedung lama Kantor Wali Kota Palu. Setelah tahap perencanaan desain selesai, proses akan dilanjutkan dengan pembongkaran gedung lama sebelum pembangunan gedung baru dimulai.
“Tahap awal sedang berjalan yakni perencanaan desain bangunan. Kami menargetkan realisasi pembangunan tahun 2026,” kata Hadianto Rasyid dalam rapat rencana pembangunan gedung Setda Kota Palu, Kamis (29/1/2026).
Keputusan pembangunan gedung baru ini didasari oleh kondisi gedung kantor saat ini yang dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan pelayanan pemerintahan. Hal ini mencakup aspek kenyamanan, pencahayaan, penataan ruang, serta ketahanan fisik bangunan yang sempat mengalami kerusakan pada bagian struktur akibat diguncang gempa magnitudo 7,4.
“Dengan kantor baru nanti, kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan fungsional sehingga kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melayani masyarakat bisa semakin optimal,” ujarnya.
Gedung Government Service Center (GSC) atau sekretariat daerah yang baru nantinya akan berfungsi sebagai pusat pelayanan terpadu. Rencananya, gedung ini akan menampung sekitar 10 OPD dalam satu kawasan, memudahkan koordinasi dan akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan.
Terkait pelaksanaan layanan pemerintahan selama masa pembangunan, Wali Kota Palu menegaskan tidak akan ada penyewaan gedung tambahan. Seluruh aktivitas pemerintahan akan tetap berjalan dengan memanfaatkan kantor-kantor pemerintah yang sudah ada.
“Bila sudah dilakukan pembangunan fisik, maka kantor wali kota sementara dipindahkan ke rumah jabatan. Kami optimalkan fasilitas yang ada, tanpa menyewa gedung,” tegas Hadianto.
Ia berharap pembangunan kantor baru pemerintahan ini dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi simbol peningkatan kualitas pelayanan publik di ibu kota Sulawesi Tengah.
“Gedung ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang representasi dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” kata dia.
