PADANG – Pemerintah Kota Padang memastikan ketersediaan stok pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak terbebani lonjakan harga yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.

Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota pada Jumat, 08 Mei 2026. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dengan fokus utama menjaga psikologi pasar dan mencegah kepanikan yang dapat memicu kenaikan harga sepihak.

Ketersediaan Pangan Surplus dan Cadangan Beras Aman

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, mengungkapkan data menggembirakan terkait ketersediaan pangan di Kota Padang. Berdasarkan laporan terbaru, 12 komoditas pangan utama di wilayah tersebut berstatus surplus atau berlebih.

“Cadangan beras kita bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan. Secara umum kondisi pangan kita sangat aman,” tegas Iqbal.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Mengingat masa ketahanan stoknya yang relatif rendah, pengawasan terhadap dua bumbu dapur utama ini menjadi prioritas harian guna mencegah potensi kelangkaan di pasar.

Enam Langkah Konkret Kendalikan Inflasi

Untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan, TPID Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan enam langkah konkret. Strategi ini dirancang untuk mengawal kondisi pasar secara menyeluruh:

  • Mengandalkan laporan harian dari 38 petugas lapangan yang tersebar di 19 kabupaten/kota untuk memantau neraca pangan secara akurat.
  • Melakukan pemindahan stok dari daerah yang mengalami kelebihan pasokan ke daerah yang kekurangan, khususnya untuk komoditas cabai dan bawang.
  • Mengoperasikan lima unit mobil Toko Tani Indonesia Center (TTIC) untuk menjangkau dan melayani kebutuhan warga di lokasi-lokasi strategis.
  • Mempercepat alokasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta memperkuat infrastruktur mesin pendingin (cold chain) untuk menjaga kualitas dan ketahanan produk.
  • Menggelar rapat rutin bulanan bersama Bulog, Bank Indonesia, dan pihak swasta untuk mengawal dinamika pasar.
  • Melakukan pengawasan ketat di lapangan guna mencegah praktik spekulasi yang sengaja memainkan harga.

Selain fokus pada manajemen stok, pemerintah juga aktif mengedukasi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat. Warga diajak untuk melirik potensi pangan lokal seperti sagu atau keladi sebagai alternatif yang lebih sehat dan beragam.

Iqbal Ramadi Payana berharap seluruh strategi ini dapat berjalan selaras antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. “Saat ini tingkat inflasi Sumatera Barat sudah sangat baik di bawah 1,95%. Kita harus jaga prestasi ini tetap stabil hingga hari raya nanti,” pungkasnya.