Dua ekor kerbau milik warga Dusun Buwuh, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, nyaris dibawa kabur komplotan pencuri pada Jumat (6/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.05 Wita. Aksi pencurian disertai kekerasan (curas) ini berhasil digagalkan oleh warga setempat, meskipun salah satu penjaga kandang mengalami luka parah.

Korban, Amaq Nurje (65 tahun) dan Amaq Sonerum (70 tahun), yang bertugas menjaga 13 ekor kerbau di kandang, terbangun setelah mendengar suara mencurigakan. Keduanya menyalakan senter ke arah kandang dan terkejut mendapati pintu kandang sudah terbuka.

Saat Amaq Nurje mendekat, para pelaku melempari batu dan memukulnya menggunakan potongan bambu. Pada saat bersamaan, dua ekor kerbau yang sudah terikat berhasil dikeluarkan dari kandang hingga batas pagar.

Melihat kerbau-kerbau tersebut dibawa keluar, Amaq Nurje dan Amaq Sonerum segera mengejar. Keributan itu didengar oleh saksi Ari (36 tahun) yang kemudian berteriak “maling”, membuat para pelaku panik dan melepaskan kerbau-kerbau tersebut.

Kronologi dan Luka Korban

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, membenarkan adanya kejadian curas tersebut. Ia menjelaskan, teriakan minta tolong dan “maling” dari warga membuat masyarakat beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian, sehingga para pelaku kabur ke arah timur.

“Saat akan kabur terdengar ada 2 kali suara ledakan dari para pelaku yang belum diketahui suara ledakan tersebut dari benda apa,” ungkap IPTU Lalu Rusmaladi.

Amaq Nurje mengalami luka robek serius pada bagian kepala atas sebelah kiri ubun-ubun dan mendapatkan 10 jahitan. Ia juga menderita luka memar di bagian tulang belikat yang diperkirakan patah, serta rasa nyeri di punggung akibat terkena benda tumpul. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di PKM Sukaraja, Amaq Nurje dirujuk ke RSUD Soedjono Selong. Sementara itu, Amaq Sonerum hanya mengalami luka ringan.

Imbauan Kewaspadaan

Berdasarkan informasi dari kedua korban, komplotan pelaku diperkirakan berjumlah sembilan orang. Mengingat lokasi kejadian yang cukup jauh dari perkampungan, dikhawatirkan para pelaku akan kembali melancarkan aksinya.

Oleh karena itu, IPTU Lalu Rusmaladi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan. “Diharapkan warga masyarakat agar dapat lebih aktif lagi untuk melakukan ronda /Satkamling di lingkungannya bersama BKD Desa Wakan dalam menjaga situasi tetap kondusif,” pungkasnya.

Sumber Gambar: https://kicknews.today/warga-gagalkan-aksi-komplotan-pencuri-ternak-di-lombok-timur/