Wali Kota Mataram Mohan Roliskana meminta Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kota Mataram untuk tetap solid dan kompak dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam wilayah tersebut. Permintaan ini disampaikan di tengah ancaman banjir, angin kencang, dan rob yang diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026.

Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kinerja seluruh personel Satgas Bencana. “Kami mengapresiasi kinerja seluruh Tim Satgas Bencana Kota Mataram yang telah berjibaku dalam menangani berbagai bencana yang melanda Kota Mataram seperti banjir, angin kencang disertai hujan, serta rob di pesisir Pantai Ampenan,” ujar Mohan di Mataram, Jumat (13/2/2026), saat kegiatan silaturahim satgas bencana.

Menurut Mohan, para personel satgas telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab penuh di lapangan. “Kami hanya bisa mengontrol sehingga sesungguhnya yang benar-benar di lapangan dan langsung bertempur di lapangan adalah para satgas. Oleh karena itu, terima kasih atas kerja keras semua,” tegasnya, mengakui peran vital satgas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ratusan Personel Satgas Hadiri Silaturahim

Acara silaturahim tersebut dihadiri oleh ratusan personel satgas bencana dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Mataram, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ketua TP PKK Kota Mataram, staf ahli, para asisten sekda, dan pimpinan OPD lainnya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama dan diakhiri dengan pembagian undian berhadiah.

Mataram Siaga Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Akmad Muzaki, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram tetap siaga penuh menghadapi dampak cuaca ekstrem. Menurutnya, kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026, sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi puncak curah hujan dan angin kencang.

“Saat ini wilayah Kota Mataram masuk masa peralihan musim yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu. Karena itu, masyarakat harus terus waspada,” kata Akmad Muzaki.

Guna memastikan kesiapsiagaan, Akmad Muzaki menekankan agar seluruh personel dan satgas bencana tetap berada dalam posisi siaga darurat. Mereka diwajibkan memantau secara intensif situasi di lapangan, khususnya di kawasan pantai yang rentan terhadap gelombang pasang, abrasi, rob, serta daerah aliran sungai.

Posko utama penanganan bencana tetap berlokasi di Kantor BPBD Kota Mataram, Jalan Lingkar Selatan. Selain itu, posko di 50 kelurahan se-Kota Mataram dan Pendopo Wali Kota Mataram juga tetap disiagakan. “Untuk posko di pinggir pantai sudah kami bongkar dan difokuskan ke kantor lurah setempat untuk koordinasi lebih efektif,” jelas Akmad Muzaki, mengenai strategi koordinasi yang lebih terpusat.